Pati, Mitrapost.com – Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Taryadi mengungkapkan bahwa nelayan menunggu cuaca untuk kembali berlayar.
Menurut prediksinya, para nelayan kapal besar maupun kapal kecil akan kembali berlayar pada April 2025, atau setelah Idulfitri 1446 H.
“Bagi nelayan yang belum berangkat, akan berangkat setelah lebaran menunggu cuaca normal. Mereka nanti menunggu keberangkatan setelah hari raya (Idulfitri) maupun setelah sedekah laut,” ucapnya.
Musim penghujan di akhir tahun dan awal tahun menjadi tantangan bagi nelayan khususnya Kabupaten Pati. Bahkan sebagian besar menunda berlayar karena takut pada ganasnya ombak dan terpaan angin. Oleh karena itu, terlihat berderet kapal yang terparkir di muara sungai.
“Makanya kondisi sungai di muara sekarang banyak terparkir kapal-kapal di sepanjang sungai. Mereka nanti menunggu keberangkatan setelah lebaran maupun setelah sedekah laut,” ungkapnya.
Taryadi mengaku, nelayan di Kabupaten Pati ada ribuan. Yang mana, ada beberapa di antara mereka tidak dapat berlayar lantaran gelombang tinggi dan cuaca kurang bersahabat.
Demi keselematan mereka, nelayan yang masih di darat menunda keberangkatan berlayar, sedangkan bagi nelayan yang telah melaut menunda berlayar untuk berlabuh ke daratan.
“Jumlah nelayan kecil sekitar 2.200 nelayan, namun tidak sampai separuh dari mereka tidak dapat berlayar karena gelombang tinggi dan cuaca kurang bersahabat, karena rawan sekali untuk keselamatan nelayan di laut,” jelasnya.
“Sementara, di saat cuaca kurang bersahabat, mereka nelayan besar masih berlindung di pulau-pulau menunggu cuaca membaik untuk berlabuh,” sambungnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan untuk nelayan yang sudah melaut, mereka dikabarkan akan kembali berlabuh pada akhir Maret sekitar akhir Ramadhan atau menjelang Idulfitri. (*)

Wartawan Mitrapost.com






