BMKG Terkena Efisiensi Anggaran, Istana Pastikan Mitigasi Bencana Tetap Jadi Prioritas

Mitrapost.comBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkena efisiensi anggaran. Meski begitu, pihak Istana melalui Kepala Komunikasi Kepresidenan Republik Indonesia, Hasan Nasbi memastikan mitigasi bencana tetap menjadi prioritas.

“Jadi mitigasi bencana merupakan layanan publik yang dipastikan optimal,” ujarnya dilansir dari Kompas.

Ia menyebut jika efisiensi anggaran yang dilakukan sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo.

“Efisiensi yang sesuai arahan Presiden Prabowo adalah menghilangkan lemak-lemak dalam belanja APBN kita, tapi tidak mengurangi otot. Tenaga pemerintah dan kemampuan pemerintah tidak akan berkurang karena pengurangan lemak ini,” terangnya.

Efisiensi anggaran menyasar pada empat kriteria yaitu gaji pegawai, layanan dasar prioritas pegawai, pelayanan publik dan bantuan sosial.

Meski begitu, menurutnya, kemampuan pemerintah tetap tidak akan berkurang dengan adanya efisiensi anggaran tersebut.

Terkait adanya isu pemangkasan anggaran BMKG 50 persen, ia menyebut hal itu tidak benar.

“Tidak benar anggaran BMKG terkena efisiensi sebesar 50 persen. Silakan cek lagi ke BMKG untuk data terbaru,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama BMKG, Muslihhuddin mengatakan bahwa pemangkasan anggaran berdampak pada belanja modal dan barang tahun depan.

Ia juga menyebut ada batas minimum anggaran yang harus dipenuhi agar layanan meteorologi, klimatologi, geofisika, dan modifikasi cuaca yang dilakukan tetap andal serta kebijakan nasional di sektor kebencanaan dan ketahanan iklim tidak terganggu.

Ia menyebut jika efisiensi anggaran akan menyebabkan alat operasional utama terancam mati karena dana pemeliharaan berkurang hingga 71 persen. Termasuk alat observasi dan kemampuan mendeteksi dinamika cuaca, iklim, kualitas udara, gempa bumi, dan tsunami juga berpotensi terganggu.

“Ketepatan akurasi informasi cuaca, iklim, gempabumi, dan tsunami menurun dari 90 persen menjadi 60 persen, dan kecepatan informasi peringatan dini tsunami dari 3 menit turun menjadi 5 menit atau lebih. Jangkauan penyebarluasan informasi gempabumi dan tsunami menurun 70 persen,” jelasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati