Mitrapost.com – Seorang mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta berinial KEW (22) diduga meninggal dunia saat berada di area kampus. Saat ini pihak kepolisian masih dalam tahap penyelidikan kasus dengan memeriksa para saksi dan pendalaman alat bukti.
“Masih penyelidikan dan pendalaman alat bukti,” terang Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly, Kamis (6/3/2025), dikutip CNN Indonesia.
Dalam kesempatan berbeda, pihaknya menjelaskan bahwa sudah ada 11 saksi yang diperiksa. Selain itu, petugas polisi juga menyita CCTV dan pakaian yang dikenakan korban sebagai barang bukti, serta masih menunggu hasil autopsi jenazah.
“11 saksi (yang sudah diperiksa),” terang Kombes Nicolas lagi, Jumat (7/3/2025).
“(Yang disita) CCTV, pakaian korban dan menunggu hasil VER serta autopsi dan lain-lainnya,” imbuhnya.
Menurut keterangan salah satu saksi EFW, peristiwa bermula pada Selasa (4/3/2025) sekitar pukul 16.30 WIB. Saksi saat itu sedang minum minuman beralkohol jenis arak bali bersama rekan-rekannya.
Kemudian, sekitar pukul 17.00 WIB, ia ingin kembali membeli minuman dan bertemu dengan korban di pintu keluar kampus UKI.
“Dan korban bertanya kepada saksi EFW ‘mau ke mana?’ kemudian saksi menjawab ‘mau beli arak bali’. Kemudian saksi dan korban pergi bersama dengan berjalan kaki untuk membeli minuman di sebuah toko minuman di Sutoyo, Cawang,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, Jumat (7/3/2025).
Setelahnya, korban dan saksi melanjutkan acara minum-minum bersama enam orang lainnya di taman perpustakaan kampus UKI. Lalu, sekitar pukul 18.00 WIB, korban terlibat cekcok, namun saksi tidak mengetahui penyebab pertengkaran tersebut. Cekcok kembali terjadi sekitar pukul 19.30 WIB.
Setelah acara minum-minum tersebut, saksi EFW memapah korban ke arah pintu keluar dan meninggalkan korban lantaran mengira korban akan mengambil sepeda motornya untuk pulang.
“Pada saat saksi 4 kembali ke arah saung ternyata korban tidak mengarah ke sepeda motornya, melainkan ke arah pagar sambil berteriak dan mengoyak-oyak pagar,” tutur Ade Ary.
“Sampai akhirnya korban terjatuh bersama dengan pagar ke arah depan, kemudian korban diangkat oleh seseorang yang tidak saksi kenal dengan kondisi muka dan hidung yang mengeluarkan darah yang kemudian dibawa ke IGD RS UKI Cawang Jakarta Timur,” lanjutnya.
Pihak UKI lewat unggahan akun media sosial resmi mereka baru-baru ini juga turut menyampaikan ucapan duka cita atas peristiwa yang menimpa salah satu mahasiswanya tersebut.
Dalam unggahan itu, pihak UKI juga menyebut kepolisian tengah menyelidiki kasus tewasnya korban, sehingga pihak kampus meminta kepada semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
“Saat ini, peristiwa ini tengah dalam proses investigasi oleh pihak berwenang. Oleh karena itu, kami mengajak semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi oleh pihak yang berwajib,” tulis pihak UKI. (*)

Redaksi Mitrapost.com






