Agustina Tekankan Pentingnya Bangun PSEL untuk Atasi Persoalan Sampah di TPA Jatibarang

Semarang, Mitrapost.comWali Kota (Walkot) Semarang, Agustina menekankan pentingnya membangun Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk mengatasi persoalan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang.

Ia mengatakan bahwa mengatasi persoalan sampah menjadi hal yang utama untuk saat ini.

“Bagi kami, bukan urusan sampahnya menjadi listrik. Bagi kami pemerintah dan warga Kota Semarang, yang paling penting adalah penanganan sampahnya,” jelasnya.

Terlebih saat ini volume sampah di Kota Semarang fluktuatif dan besar. Sehingga perlu ada penanganan.

“Sampah di Kota Semarang ini fluktuatif antara 800 – 1.200 ton setiap hari dan itu tidak ter-reduce dengan baik di TPA Jatibarang,” jelasnya.

Oleh karena itu, Agustina mengajak investor untuk turut membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.

“Kami bersyukur bahwa Pemerintah Kota Semarang ini masuk menjadi satu dari 12 kabupaten/kota dan provinsi yang mendapatkan konsen dari pemerintah pusat. Sehingga kita mendapatkan berbagai macam advokasi dan berbagai macam peluang untuk bisa segera menyelesaikan TPA Jatibarang,” ujar Agustina.

Nantinya, jika operasional PSEL sudah berjalan, pihaknya bakal memastikan jika pasokan sampah akan terjamin.

“Pemerintah Kota Semarang menjamin jika nanti ada investasi untuk pengolahan sampah dengan teknologi tinggi, maka kami memastikan ada pasokan sampah yang dibuang oleh masyarakat ke TPA itu paling tidak minimal adalah seribu ton per hari,” paparnya.

Lahan seluas 40 hektare juga telah disiapkan di Jatibarang dengan tambahan 11 hektare zona buang baru. Proses padat karya dan penataan akan dilakukan mulai Agustus sebagai langkah awal mitigasi.

Pemkot Semarang sendiri menargetkan proses tender PSEL akan dimulai pada 31 Juli 2025. Sehingga proyek bisa dimulai akhir tahun dan dapat rampung pada 2027.

“Kami berharap bahwa market sounding ini membuka peluang. Kita akan dapat mengurangi jumlah sampah yang ada di TPA Jatibarang,” tutupnya.

Selain itu, pihaknya juga telah menggagas gerakan Semarang Bersih dengan mendorong partisipasi warga sejak dari rumah tangga untuk mengatasi persoalan sampah.

“Kami sedang berusaha membangun sebuah proses dari masyarakat sampai ke TPA yaitu dengan upaya Semarang Bersih. Pilah sampah dilakukan dari rumah tangga sampai ke TPS. Namun itu juga tidak menyelesaikan berbagai macam kengerian yang kita dapatkan di TPA Jatibarang,” ujarnya. (Adv)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati