Mitrapost.com – Komentar Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa perihal tuntutan 17+8 mengundang kontroversi.
Postingan Instagram terbaru Purbaya di akun miliknya @purbayayudhi nampak dibanjiri komentar netizen yang mengkritik pernyataan Purbaya.
“Baru dilantik udah blunder asal bunyi. Parah!” tulis netizen.
“Kalo ngomong dipikir dulu ya pak, jangan ngawur, empati, simpatinya diasah pak biar bisa jadi pemimpin yg bijak ga asbun,” tulis netizen yang lain.
“Ohh tuntutan 17+8 dari SEBAGIAN KECIL masyarakat yaa Pak?” sindir netizen.
Sebagaimana diketahui jika Purbaya Yudhi Sadewa baru dilantik menggantikan Sri Mulyani sebagai Menkeu RI.
Ia sebelumnya mengaku belum mempelajari seluruh isi tuntutan tersebut. Namun ia menyebut tuntutan itu adalah suara sebagian kecil rakyat yang hidupnya terganggu dan belum tercukupi.
“Itu suara sebagian kecil rakyat kita, kenapa? Mungkin sebagian ngerasa keganggu hidupnya, masih kurang ya,” kata Purbaya Senin (8/9/2025) dilansir dari Detik.
Menurutnya aspirasi itu akan mereda ketika pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.
“Jika saya ciptakan pertumbuhan ekonomi 6%, 7%, itu akan hilang dengan otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan mendemo,” jelasnya.
Ia pun akan memastikan jika kebijakan fiskal bisa mendorong ekonomi mencapai target 8%.
“Bukan bakal dikejar 8%, kita akan kejar, ciptakan pertumbuhan yang paling cepat, seoptimal mungkin. Kalau Anda bilang bisa nggak besok 8%? Kalau saya bilang bisa, kan saya nipu, tapi kita bergerak ke arah sana,” paprnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






