Banjir Bandang di Bali Renggut 9 Nyawa di 4 Wilayah, Ada Korban Tewas Ibu Hamil

Mitrapost.com – Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Bali, Rabu (10/9/2025), telah merenggut sejumlah korban jiwa. Menurut informasi, sebanyak 4 orang tewas di Denpasar, 1 korban tewas di Badung, dua korban tewas di Jemrana, dan dua korban lainnya di Gianyar.

“Banjir Kota Denpasar dan sekitarnya, termasuk beberapa wilayah di Bali terjadi dini hari tadi malam sampai menjelang siang tadi mengakibatkan banyaknya kerusakan bangunan dan korban jiwa maupun materiil,” ungkap Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy, dikutip Detik.

Para korban tewas di Denpasar antaranya Nadira (48), Ni Wayan Lenyot, Rio Saputra (20), serta seorang perempuan; korban Endang Cafyaning Ayu (42) di Badung; korban Ni Made Latif (70) dan Ni Made Rupet (87) di Gianyar, serta Komang Oka Sudiastawa (34) dan Nita Kumalasari (23).

Di antara nama tersebut, korban Nita diketahui sedang hamil 2 bulan. Nahas, Nita ditemukan tewas oleh warga Banjar Munduk, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara usai terseret arus banjir di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali.

“Korban tidak ada luka-luka, ini karena tenggelam. Korban sudah meninggal dunia. Almarhum hamil dua bulan,” ungkap Direktur RSU Negara, dr Ni Putu Eka Indrawati, dikutip Detik.

Selain itu, sebuah toko kain di Jalan Hasanuddin, Denpasar, Bali juga roboh karena tak kuat menahan derasnya arus air. Dua orang ditemukan meninggal dunia, sementara tiga lainnya masih belum ditemukan.

Adapun total korban hilang dalam insiden banjir bandang yang melanda Bali ada enam orang. Mereka adalah Made Suwitri (43), Tasnim (54), Farwa Husein (32), Maimunah, ⁠Ni Ketut Merta, serta ⁠Ni Nyoman Sari (perempuan).

Banjir bandang yang melanda wilayah Bali pada Rabu kemarin diduga karena intensitas hujan tinggi selama dua hari. Sebagai tanggapan, Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan situasi Tanggap Darurat Bencana selama satu minggu mendatang.

“Betul. Jadi Bapak Gubernur malam ini sudah keluarkan dan tanda tangan. Tadi diskusi, semula tanggap darurat bencana itu akan ditetapkan dua Minggu. Tapi karena sifat bencananya ternyata tidak terlalu besar, maka akan diralat cukup menjadi satu minggu,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati