Dalam Rangka Merespon Kasus Bunuh Diri, OpenAI Memberlakukan Wajib KTP

Mitrapost.com – Induk chatbot ChatGPT, OpenAI mengumumkan rencananya menghadirkan fitur keamanan terbaru untuk membedakan pengalaman pengguna remaja dan dewasa ketika menggunakan layanannya berdasarkan usia.

Melansir dari Kompas, CEO OpenAI, Sam Altman mengungkapkan bahwa demi mencegah kasus privasi untuk menjaga keselamatan, pengguna nantinya akan diminta membagikan kartu identitas seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai bentuk verfikasi minimal usia 18 tahun.

Fitur identifikasi usia ini disebut sebagai pelengkap dari fitur kontrol orang tua ke ChatGPT yang baru saja dirilis pada awal September ini dengat tujuan agar keamanan chatbot lebih ketat.

Selain itu, terdapat pula aturan khusus bagi pengguna remaja, yaitu mereka yang berusia 13 tahun ke atas, seperti tidak menuruti permintaan jika melakukan obrolan genit, diskusi tentang bunuh diri atau melukai diri sendiri, meskipun dalam konteks penulisan kreatif.

OpenAI juga sedang menyiapkan fitur keamanan canggih di mana data pengguna yang dicakup dalam fitur keamanan ChatGPT nanti akan tetap rahasia, bahkan dari karyawannya sendiri.

Langkah ini diambil dalam rangka menanggapi serangkaian peristiwa dan gugatan hukum yang diterima oleh OpenAI yang menuduh respon ChatGPT terkait kasus bunuh diri remaja seperti yang melanda mendiang Adam Raine pada April 2025.

Dalam gugatan tersebut tertulis ChatGPT membantu Raine menulis draft surat bunuh diri beserta saran metode terbaik, mengabaikan upaya preventif hingga mencegahnya bercerita ke orang lain terkait apa yang sedang ia alami.

“ChatGPT justru menyeret Adam ke tempat gelap tanpa harapan, meyakinkan bahwa banyak orang berjuang melawan kecemasan, menemukan penghiburan lewat pintu keluar,” demikian tertulis dalam gugatan yang diajukan oleh orang tua Adam kepada pihak OpenAI.

Ada pula dalam bulan yang sama, seorang pria berusia 56 tahun dilaporkan melakukan bunuh diri setelah ChatGPT menuruti paranoianya, yaitu perasaan takut, curiga dan menganggap adanya ancaman secara berlebihan.

Hingga belum lama ini Washington Post juga melaporkan gugatan yang menuduh bahwa chatbot Character AI ikut berperan dalam tindak peristiwa bunuh diri seorang remaja 13 tahun. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati