Mitrapost.com – Ada temuan senyawa radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di Desa Cikande, Serang. Sebanyak 1.562 warga setempat pun menjalani pemeriksaan untuk memastikan tidak ada infeksi serius.
Hasilnya, tak ada dampak serius yang ditimbulkan bagi kesehatan masyarakat.
“Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap tadi 1.562 pekerja dan masyarakat tidak menimbulkan dampak serius,” ujar Menko Pangan Zulkifli Hasan dilansir dari Bisnis.com.
Pihaknya juga bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam membagikan obat untuk warga yang diduga terpapar CS-137.
Cemaran senyawa tersebut juga dipastikan tidak mencemari hingga skala nasional.
“Investigasi Satgas memastikan kontaminasi CS-137 hanya terjadi di Cikande, tidak pada rantai pasok nasional maupun ekspor. Oleh karena itu, kita hari ini menetapkan Cikande itu yang khusus di Cikande itu sebagai status kejadian khusus radiasi Radionuklida CS-137,” jelasnya.
Sebelumnya, pada 2 September, sebanyak 18 kontainer produk udang milik PT Bahari Makmur Sejati (PT BMS) dipulangkan ke Amerika Serikat.
Setelah itu, pemerintah disebut langsung melakukan penanganan dan pemeriksaan komprehensif oleh tim gabungan dari Bea dan Cukai, Badan Karantina Indonesia (Barantin), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan KKP serta instansi terkait pelabuhan.
Hasil pengujian menunjukkan produk udang tidak terdeteksi radioaktif Cesium-137, sehingga udang milik PT BMS dimungkinkan untuk dapat dilakukan re-ekspor. (*)

Redaksi Mitrapost.com






