Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, 8 September 2026, dibuka menguat sebesar 19,84 poin atau 0,30% ke level 6.639,51, lantaran pasar merespons positif data ketahanan eksternal Indonesia, termasuk peningkatan cadangan devisa nasional yang menopang stabilitas rupiah.
Meski begitu, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.
Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.
Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham yang cocok untuk scalping!
INET — PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Diketahui, INET memiliki karakter momentum yang cocok untuk scalping dan sebelumnya sempat menjadi salah satu saham dengan transaksi serta volume tinggi saat pasar rebound. Jika hari ini mampu mempertahankan harga pembukaan dan volume kembali masuk, peluang continuation cukup menarik.
TPIA — PT Chandra Asri Pacific Tbk
Diketahui, saham TPIA menarik karena likuiditas dan volatilitasnya tinggi, sehingga relatif cocok untuk mengambil pergerakan intraday. Sinyal terbaik hari ini adalah tekanan jual mulai terserap lalu harga kembali merebut resistance intraday.
HOPE — PT Harapan Duta Pertiwi Tbk
Diketahui, saham HOPE memiliki katalis yang lebih spesifik. Anak usahanya memperoleh dua kontrak proyek tambang nikel dengan nilai sekitar US$14 juta, yang diperkirakan menambah pendapatan mulai 2026 dan berpotensi diperpanjang.
Selain itu, HOPE sedang melakukan ekspansi ke bisnis pertambangan melalui rencana akuisisi TMMS. Kombinasi katalis korporasi dan karakter saham yang lebih agresif membuatnya menarik untuk scalping, tetapi likuiditas harus dicek langsung di running trade sebelum masuk.
CUAN — PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk
Diketahui, saham CUAN menarik sebagai momentum play karena pergerakannya cukup responsif terhadap sentimen sektor energi dan grup Prajogo. Pada perdagangan sebelumnya CUAN bahkan tercatat sebagai salah satu saham dengan net foreign buy terbesar, sekitar Rp73,3 miliar.
DSSA — PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
Diketahui, saham DSSA cocok untuk scalping karena likuiditas dan volatilitasnya tinggi dan sebelumnya menjadi salah satu motor penguatan IHSG. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






