Guru PPPK di Bone Sulsel Buron, Diduga Perkosa Siswi SMK dengan Modus Ajaran Silat

Mitrapost.com – Seorang oknum guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) inisial AS (45) diduga melakukan pemerkosaan terhadap siswi SMK di Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ia disebut melakukan aksi bejat itu bersama dua pria lainnya.

Kasat Reskrim Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan menyebutkan, pihaknya masih memburu keberadaan AS yang juga merupakan pelaku utama. Sementara, pelaku lainnya, yakni SF telah menjalani sidang dan MD baru ditangkap Sabtu (1/11/2025).

“Dari tiga orang yang ditetapkan tersangka, awalnya hanya satu yang ditahan dan dilanjutkan ke persidangan yakni SF. Dua pelaku lainnya yakni AS dan MD ditetapkan sebagai DPO pada 2 Juli 2025,” ujar dia, Sabtu (1/11/2025).

“Satu DPO berinisial MD terduga pelaku tindak persetubuhan anak di bawah umur sudah ditangkap. DPO lainnya yakni AS yang merupakan guru masih dalam pencarian,” lanjutnya.

Ia melanjutkan, terduga pelaku yang masih buron merupakan oknum guru PPPK. Hal ini baru diketahui setelah proses persidangan SF. Saat ini, polisi masih mengejar terduga pelaku di sejumlah wilayah dan berkoordinasi dengan pihak keluarga.

“Kami berharap pelaku segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Apabila warga mengetahui keberadaan terduga pelaku untuk segera melaporkan ke pihak kepolisian atau hubungi call center Polri 110,” kata Kasat Reskrim.

Sementara itu, pendamping korban dari UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Bone, Martina Majid menuturkan bahwa oknum guru tersebut berstatus PPPK di SMK korban, serta mengajar silat.

“Pelaku utamanya ini oknum guru PPPK di SMKN, inisial AS. Ia diduga menyetubuhi siswinya dengan modus kegiatan perguruan silat. Selain AS, ada dua pelaku lain, MU dan SF,” terang dia.

Menurut informasi, aksi bejat tersebut terjadi di di Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone pada September 2024 silam. Peristiwa bermula ketika korban (16) dibawa ke lokasi latihan bela diri, kemudian dimandikan dengan menyebut sebagai ritual pembelajaran silat.

“Setelah itu pelaku utama sering datang dan kemudian memanggil pelaku lain. Ada dua pelaku tambahan yang ikut melakukan persetubuhan terhadap korban,” jelasnya lagi. (*)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati