Mitrapost.com – Sam Altman sebagai Chief Executive Officer (CEO) OpenAI menegaskan tidak ada keinginan dari pihaknya untuk meminta jaminan dari pemerintah, terkait pembangunan infrastruktur data center yang belum lama disepakati dengan nilai lebih dari 1,4 triliun dolar Amerika Serikat (AS).
Melansir dari Detik, Altman menganggap jika dana pemerintah yang didapat dari pembayar pajak tidak seharusnya menanggung kesalahan dari perusahaan swasta miliknya, semisal pihaknya membuat keputusan buruk.
Hal ini diucapkan oleh Altman, setelah seorang kapitalis ventura yang kini menjadi bos perusahaan teknologi Artificial Intelligence (AI) di era pemerintahan Donald Trump bernama David Oliver Sacks menyebut, bahwa tidak akan ada dana talangan federal untuk AI.
Sementara anggapan David muncul akibat dari Chief Financial Officer (CFO) OpenAI, Sarah Friar yang sempat menarik perhatian dari pemerintahan Trump, setelah dirinya mengatakan jika pihaknya berupaya membangun ekosistem dari beberapa pihak.
Dalam hal ini, pembangunan ekosistem melibatkan bank, perusahaan ekuitas swasta, serta jaminan dari pemerintah federal dilakukan guna membantu pendanaan investasi perusahaan pada chip keluaran generasi terbaru.
Frar pun kemudian meluruskan pernyataannya yang selaras dengan Altman, bahwa OpenAI tidak sedang mencari dukungan bahkan hingga pada jaminan pemerintah terkait komitmen pembangunan infrastrukturnya.
“Seperti terlihat dalam cuplikan lengkap jawaban saya, maksud saya adalah kekuatan teknologi Amerika akan datang dari pembangunan kapasitas industri nyata, yang perlu peran baik sektor swasta maupun pemerintah,” tulisnya sebagai pesan klarifikasi.
Perlu diketahui, beberapa investor dan pelaku industri lainnya juga tengah mengeluarkan sejumlah pertanyaan mengenai dari mana OpenAI akan mendapatkan dana, terkait nilai dari kesepakatan infrastruktur tersebut. (*)

Redaksi Mitrapost.com






