Mitrapost.com – Sebanyak enam santri tewas di kubangan bekas tambang galian C di Desa Parseh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Kubangan itu memiliki tinggi sekitar 150 sentimeter.
Santri dari Pondok Pesantren Jabal Qur’an awalnya keluar sejauh 300 meter. Ada 11 anak yang keluar. Mereka kemudian bermain di sekitar lokasi tambang tersebut.
“Jadi sekitar pukul 16.00 itu, santri sudah masuk jam bebas. Ada 11 santri yang keluar untuk bermain,” ujar Kapolres Bangkalan, AKBP Hendro Sukmono dilansir dari Kompas.
Lima santri bermain di area atas batuan kapur, sedangkan enam lainnya turun ke air danau buatan bekas tambang galian C.
“Jadi mereka bermain tanpa sepengetahuan dan pengawasan orang dewasa dan pengurus pondok,” jelasnya.
Satu santri yang bermain di sana tenggelam. Lima santri lainnya lantas berupaya membantu menyelamatkan. Namun kondisi permukaan danau yang cukup dalam, membuat mereka tenggelam semuanya.
“Bisa dilihat kedalamnnya sekitar 150 sentimeter atau setinggi leher orang dewasa,” ujarnya.
Sedangkan lima anak yang berada di area batu kapur baru menyadari jika temannya tenggelam saat mereka mencari keberadaan temannya. Mendapati mereka tenggelam, santri itu pun melapor ke pihak pondok.
“Lalu santri itu menemukan enam temannya sudah tenggelam di lokasi ini dan langsung menghubungi ustaz dan pengurus pondok,” jelasnya.
Evakuasi pun dilakukan dan membuat salah satu ustaz kewalahan hingga dilarikan ke rumah sakit.
“Untuk satu orang ustaz yang sempat dilarikan ke rumah sakit, saat ini kondisinya sudah membaik namun masih membutuhkan perawatan,” pungkasnya.
Enam korban tersebut diantaranya Louvin (9), Rosyid Ainul Yakin (10), Reynand Azka (9) dan Salman (9) asal Surabaya. Sedangkan dua korban lain yakni Moh Nasirudin Adrai (8) asal Kabupaten Sampang dan Muhammad Akhtar Muzain Ainul Izzi (7) asal Bangkalan. (*)

Redaksi Mitrapost.com






