Pati, Mitrapost.com – Masyarakat Kabupaten Pati perlu waspada karena wabah chikungunya saat ini sudah merebak di Desa Sugiharjo. Tercatat, puluhan warga terserang wabah tersebut dalam beberapa minggu terakhir.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Pati, Salis Diah Rahmawati mengatakan, ada sekitar 20 warga yang menunjukkan gejala mirip chikungunya.
Ia menyebut, penyakit ini sudah muncul sejak sebulan yang lalu. Sehingga pihaknya akan melakukan tindakan salah satunya dengan melakukan fogging.
“Penyakit ini sudah mulai sejak sebulan lalu dan masih ada hingga sekarang. Warga meminta tindakan, salah satunya fogging,” ujar Salis dilansir dari Kompas.
Dinkes Pati juga bakal melakukan penyelidikan epidemiologi dan kunjungan ke lapangan. Kemudian sosialisasi terkait chikungunya juga bakal dilakukan.
Langkah yang menurutnya efektif adalah dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan memastikan tidak ada genangan air untuk berkembang biak nyamuk.
Tokoh masyarakat Desa Sugiharjo, Sutrisno mengatakan bahwa warga yang terkena penyakit tersebut mengeluhkan nyeri sendi yang membuat tubuh menjadi layu dan sulit digerakkan.
“Ciri awalnya muncul ruam. Lalu badan layu, tidak bisa berjalan beberapa hari. Setelah imunnya menguat, baru bisa bergerak lagi,” jelasnya.
Menurutnya penularan penyakit ini terjadi di lingkup keluarga.
“Kalau dalam keluarga belum kena semua, biasanya belum selesai,” paparnya.
Sejumlah warga yang merasakan demam akibat penyakit tersebut ada yang dirujuk ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Namun ada juga yang dirawat di rumah.
Selama periode kemunculan chikungunya, ada warga yang meninggal dunia. Namun belum bisa dipastikan jika kematiannya disebabkan karena chikungunya atau tidak.
“Gejala awalnya memang mirip chikungunya, tapi penyebab pastinya kami tidak tahu,” ujarnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com


