Mitrapost.com – Seorang siswa sekolah dasar (SD) Negeri 108 Pekanbaru, Riau tewas diduga akibat mengalami bullying.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho mengatakan korban berinisial MAR (13) itu memiliki riwayat penyakit bawaan yaitu jantung. Namun hal itu dibantah oleh kuasa hukum keluarga korban, Suroto.
“Penjelasan dari pemerintah itu kami bantah, itu tidak benar. Korban tidak ada riwayat sakit jantung. Sebelum kejadian dugaan bullying itu, korban tidak ada sakit,” ujar Suroto dilansir dari Kompas.
Pelaku diduga teman sekelas korban. Berdasarkan pengakuan orang tua korban, MAR kerap mengalami bullying.
Korban mengalami bullying pada pertengahan Oktober 2025 oleh MS, teman sekelas korban.
“Korban waktu itu sering dipukul bagian dada dan perut. Korban kemudian dirawat di Rumah Sakit PMC Pekanbaru selama tujuh hari. Waktu pihak rumah sakit menyampaikan ada gangguan pada jantung. Tapi apakah karena dipukuli itu, kita tidak tahu. Tapi yang jelas sebelumnya dia tidak ada riwayat sakit jantung,” jelasnya.
Bullying kembali dialami korban pada 13 November 2025. Dimana korban ditendang FT, murid lain. Akibat kejadian itu, korban tidak mau bersekolah.
“Pada keesokannya, korban tiba-tiba lumpuh dan tidak bisa jalan. Setelah itulah korban baru bercerita bahwa kepalanya ditendang sama murid FT,” paparnya.
Kondisi korban semakin memburuk hingga meninggal dunia. Pihak keluarga masih belum melaporkan ke polisi karena menunggu jika pihak orang tua murid pelaku menunjukkan itikad baik.
“Keluarganya tidak mau otopsi, tapi proses hukum harus jalan,” ujarnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com
