Mitrapost.com – Alat sistem peringatan dini (early warning system/EWS) di dua desa Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dilaporkan sempat mengalami kerusakan. Kerusakan terjadi diduga akibat terjangan awan panas saat erupsi Gunung Semeru bulan lalu.
Adapun dua EWS yang rusak merupakan sirine di Desa Sumberurip, Kecamatan Candipuro, dan Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lumajang, Sultan Syafaat mengatakan, EWS masih berfungsi dan bisa memberikan peringatan.
“Pada saat kejadian EWS berfungsi, kan tidak ada korban jiwa kita karena EWS berfungsi,” ucap Sultan, Selasa (3/12/2025), dikutip CNN Indonesia.
Meski saat ini sudah tertangani dan hanya perlu pemrograman ulang, pihaknya berharap ada penambahan pemasangan EWS di beberapa lokasi lainnya. Menurutnya, hal ini penting karena berkaitan dengan deteksi dan peringatan dini aktivitas gunung berapi.
“Masih proses survey, harus lokasi strategis, yang bisa dimanfaatkan banyak pihak, masyarakat, wisatawan dan lain-lain,” lanjut dia.
Selain itu, ada delapan unit CCTV dan satu remote processing unit (RPU) di pos pantau Gunung Semeru yang sempat terdampak erupsi. Pihaknya juga telah mengusulkan peralatan-peralatan tersebut dengan bekerja sama dengan sejumlah pihak.
“Butuh re-system saja, beberapa masih pada tempatnya, dan penambahan titik baru, sudah diusulkan ke BNPB. Terkait EWS dan CCTV ini kerja sama berbagai pihak, tidak hanya dari pemerintah, NGO juga, sprti UT, IOF dan APJII,” ujar Sultan. (*)
Redaksi Mitrapost.com





