Mitrapost.com – Polisi mengungkap motif pembunuhan seorang ibu muda oleh anaknya sendiri yang masih duduk di kelas 6 SD di Medan. Menurut pemeriksaan, A (12), melakukan aksi tersebut karena sakit hati.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menyebutkan, A merasa tidak terima saat dirinya, kakaknya, dan ayahnya sering dimarahi oleh ibunya selama tiga tahun terakhir. Meski demikian, anak tersebut telah mengungkapkan penyesalannya.
“Kekerasan adik dan kakak sudah berlangsung tiga tahun terakhir, jadi sering dimarahi anaknya,” paparnya, Senin (29/12/2025), dikutip CNN Indonesia.
“Penyesalan tentu (ada), bagaimana rasa seorang anak terhadap ibunya,” lanjut dia lagi.
Selama pemeriksaan, pihaknya memastikan A sebagai anak berkonflik dengan hukum dalam pengawasan dan pendampingan oleh berbagai pihak, termasuk Balai Pemasyarakatan (Bapas), Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, serta tenaga profesional lainnya.
Upaya penyelidikan kasus pun dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan psikologis anak yang bersangkutan.
“Selama berlangsungnya proses ini kebutuhan mendasar kami berikan dengan baik. Maka kami undang psikolog Bapas, Dinsos, Disdik, hak pendidikan, hak agama, bermain, bernyanyi. Dia juga menulis. Dari angka 1 sampai 10 anak ini nyaman di angka 10 berada bersama PPA dan Polwan,” kata Calvijn.
Lebih lanjut, diketahui, hubungan korban dan suaminya tidak harmonis akhir-akhir ini. Permasalahan rumah tangga antara keduanya membuat suami-istri tersebut tidur terpisah, yakni ayahnya di lantai dua dan ibunya di lantai satu, seperti saat kejadian.
“Memang posisi tidak menguntungkan bagi ayahnya. Karena keterangan tetangga dan keluarganya, status keduanya tidak harmonis. Posisi bapaknya pun tinggal di lantai dua. Ibu dan anak anaknya di lantai 1,” terang dia.
Diberitakan sebelumnya, Seorang remaja di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), inisial A (12) diduga menikam ibu kandungnya hingga tewas. Sehari sebelumnya, korban inisial FS (42) disebut sempat memarahi kakak pelaku.
Kepala Lingkungan V Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Tono mengatakan, kejadian nahas tersebut terjadi pada Rabu (10/12/2025) di kediaman pelaku dan korban, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.
“Pelakunya anaknya (korban) yang paling kecil. (Informasi) dari bapaknya, semalam kakaknya itu dimarahi sama korban itu, entah kesindir atau apa,” kata dia, dikutip Detik. (*)

Redaksi Mitrapost.com


