Mitrapost.com – Dalam sesi terakhir di tahun 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat (hijau) dengan kenaikan sebesar 0,21% atau 17,81 poin ke Level 8.646,94.
Meski begitu, volume transaksi cenderung menurun menjelang libur Tahun Baru dengan kontribusi utamanya yang berasal dari saham perbankan besar. Hal ini mencerminkan adanya sikap defensif investor yang cenderung menjaga posisi menjelang pergantian tahun.
Oleh karena itu, prospek 5 saham dengan potensi pergerakan paling signifikan untuk awal tahun, tepatnya pada Jumat (02/01/2026), berdasar pada harga penutupan dan berita korporasi terbaru yang diperkirakan bergerak sideways (mendatar dalam rentang sempit) hingga menguat terbatas.
- BBRI — Bank Rakyat Indonesia
Melansir dari IDX Channel, penutupan saham BBRI yang bergerak di sektor perbankan pada akhir tahun 2025 diketahui berada pada angka Rp3.660. Sementara, target harga saham untuk awal tahun 2026 memiliki potensi kenaikan hingga kisaran Rp3.800-Rp3.900.
Penentuan target tersebut diambil dari tingginya likuiditas serta basis bisnis mikro dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang stabil. Di awal tahun, BBRI sering menjadi tujuan alokasi ulang dana institusi, sehingga peluang penguatan moderat masih terbuka meski pasar belum agresif.
- BMRI — Bank Mandiri
Penutupan saham BMRI (Keuangan/Bank Umum) yang pada saat ini memiliki eksposure kuat dan proyek strategis berada pada angka Rp5.100. Kemudian, target harga saham di awal 2026 berada pada kisaran Rp5.200-Rp5.400.
Range angka tersebut didapat dari kondisi fundamental BMRI yang solid, serta perannya sebagai salah satu penggerak IHSG, hingga membuat saham ini relevan untuk dipantau pada fase awal perdagangan tahun baru.
- BBCA — Bank Central Asia
Penutupan saham BBCA yang dikenal defensif dengan kualitas aset sangat baik dan dominasi dana murahnya memperlihatkan capaian angka setinggi Rp8.075. Sementara, penentuan target pada prospek saham awal tahun berkisar antara Rp8.200-Rp8.400.
Hal ini dikarenakan dalam kondisi pasar yang cenderung mendatar atau sideways, saham BBCA sering terlihat memiliki pergerakan yang stabil dan cocok untuk target harian yang konservatif.
- ASII — Astra International
Penutupan saham ASII yang bergerak pada diversifikasi konglomerat (industri dan otomotif) mengarah pada angka Rp6.700. Kemudian, target harga saham pada prospek ASII awal tahun berkisar antara Rp6.900-Rp7.100.
Karena awal tahun sering diikuti optimisme terhadap konsumsi domestik dan belanja modal, saham ASII yang terkenal memiliki eksposur luas ke otomotif, alat berat, dan agribisnis ini berpotensi mengalami penguatan secara bertahap.
- ANTM — Aneka Tambang
Penutupan saham ANTM yang dikenal sensitif terhadap pergerakan harga emas dan logam memiliki angka sebesar Rp3.150. Tema komoditasnya yang masih relevan di awal tahun nanti mendasari penetapan target saham di angka Rp3.300-Rp3.400.
Meski begitu, volatilitasnya yang lebih tinggi berpotensi memunculkan keuntungan harian yang tetap diimbangi oleh adanya risiko profit taking cepat. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






