Mitrapost.com – Keberadaan pendaki yang hilang di Gunung Slamet atas nama Syafiq Ali (18) masih belum diketahui hingga upaya pencarian ditutup pada Rabu (7/1/2026) sore. Keputusan ini telah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga korban.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang, Agus Ikmaludin membenarkan hal ini. Meski demikian, pihaknya masih melakukan pemantauan, jika keluarga korban akan melakukan pencarian secara mandiri.
“Kemarin tanggal 7 Januari pukul 17.00 WIB sudah dialihkan ke pemantauan dan apabila dilakukan pencarian dilaksanakan secara mandiri,” ungkapnya, Kamis (8/1/2026), dikutip Detik.
Sebelumnya, operasi pencarian telah diperpanjang selama dua hari, dari Senin (5/1/2026) menjadi Sabtu (7/1/2026). Namun, perpanjangan pencarian oleh tim SAR gabungan tersebut belum membuahkan hasil.
Selama waktu tambahan, tim gabungan dan relawan yang terdiri dari ratusan orang telah berupaya maksimal melakukan pencarian. Pencarian dilakukan dari jalur pendakian hingga di luar trek jalur pendakian, jalur sungai maupun lembah-lembah.
“Iya, kemarin sudah ditutup (operasi SAR). Keluarga menerima penutupan operasi dan sambutan dari pihak keluarga ke teman-teman Basarnas dan relawan baik banget,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, dua pendaki dilaporkan hilang di Gunung Slamet sejak Sabtu (27/12/2025). Mereka awalnya melakukan pendakian lewat jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang pada Jumat (26/12/2025).
Satu pendaki berhasil ditemukan dalam kondisi selamat pada Selasa (30/12/2025) atas nama Himawan Choidar Bahran, warga Secang, Magelang. Namun, keberadaan seorang pendaki lainnya, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), masih misteri. (*)

Redaksi Mitrapost.com






