Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangannya di Sesi Pertama pada Senin (12/01/2026) dengan penguatan terbatas sebesar 0,13% mengarah di level posisi 8.947,96, mencerminkan keberlanjutan sentimen awal tahun yang relatif konstruktif.
Meski terbatas, penguatan tersebut tetap ditopang oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar, utamanya yang terfokus pada sektor perbankan dan komoditas, sementara sebagian pelaku pasar mulai menyesuaikan posisinya menjelang area psikologis penting indeks.
Untuk itu, hitungan perdagangan pada Selasa (13/01/2026) memperkirakan pergerakan pasar yang menguat konsolidatif dengan selektivitas tinggi di antar sektor. Akibat aliran dana yang defensif-konstruktif, maka saham berfundamental kuat dan likuid tetap berpeluang menjadi pilihan utama.
BBCA – PT Bank Central Asia, Tbk
Melansir dari IDX Channel, kode saham BBCA yang tetap menjadi anchor di sektor perbankan diketahui menutup perdagangan sesi awalnya di angka Rp8.050. Kemudian, tingginya likuiditas dan karakternya tang defensif ketika pergerakan pasar bersifat selektif menentukan target pembelian dalam kisaran angka Rp8.200 — Rp8.330.
Akibat dari penutupan awal IHSG yang cenderung menguat terbatas, saham BBCA ini justru sering mengalami pergerakan yang stabil. Meski begitu, risiko yang terjadi relatif lebih terukur, sejalan dengan preferensi investor institusional.
ASII – PT Astra International, Tbk
Sebelumnya, saham ASII diketahui menutup perdagangan sesi awalnya di angka Rp6.975. Kini, potensi pergerakan perdagangannya diprediksi mengalami peningkatan dalam kisaran harga Rp7.100 — Rp7.200.
Di tengah kondisi pasar yang tidak sepenuhnya agresif, angka tersebut didapat dari kondisi diversifikasi bisnisnya yang membuat pergerakan seimbang. Kemudian, stabilnya sentimen domestik ekspektasi permintaan sektor otomotif mampu memberi ruang pergerakan tanpa bergantung pada spekulasi jangka pendek.
ICBP – PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk
Sebagai saham konsumsi yang bersifat defensif, kode ICBP ini menutup perdagangan di sesi awalnya pada angka Rp7.925. Sementara, kecenderungan peminatnya ketika pasar memasuki fase konsolidasi sehat membuat potensi kenaikan berada dalam kisaran Rp8.040 — Rp8.100.
Selain itu, angka potensi tersebut juga didapat dari karakter permintaannya yang relatif tidak elastis terhadap siklus ekonomi. Hal ini membuat saham ICBP berpotensi mengalami pergerakan konsistem, meski tanpa adanya lonjakan volatilitas.
ANTM – PT Aneka Tambang, Tbk
Diketahui, kode saham ANTM disebut masih sensitif terhadap sentimen komoditas global dan rotasi sektor. Hal ini menjadikannya menutup perdagangan sesi awal di angka Rp3.780, sementara potensi pergerakan kenaikan diambil dari kisaran Rp3.800 — Rp3.900.
Pada kondisi IHSG yang sedang menguat secara selektif ini, saham di sektor tambang logam seperti ANTM berpeluang mendapatkan aliran dana lanjutan, meski pergerakannya tetap dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas harian.
GOTO – PT GoTo Gojek Tokopedia, Tbk
Setelah adanya tekanan panjang, saham GOTO diketahui menutup perdagangan sesi awalnya di angka Rp67. Fase stabilisasi yang saat ini dialami membuat GOTO berpotensi mengalami kenaikan terbatas pada kisaran Rp69 — Rp70.
Meski begitu, saham teknologi berkapitalisasi besar seperti GOTO ini tetap berpotensi mengalami technical rebound moderat (kenaikan secara sementara setelah penurunan signifikan), di tengah kondisi pasar yang cenderung positif namun berhati-hati. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com


