Sejumlah Peristiwa Banjir hingga Tanah Longsor Landa Rembang Sepanjang 8-11 Januari

Rembang, Mitrapost.com Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang mencatat, ada sejumlah bencana yang terjadi sepanjang 8-11 Januari 2026 akibat curah hujan tinggi.

Banjir lewatan pertama terjadi pada 8 Januari lalu di Kecamatan Pamotan. Banjir ini disebabkan saluran air yang tersumbat sampah dan timbunan tanah, sehingga aliran air tidak lancar dan meluap ke jalan. Banjir mencapai setinggi sekitar 40 sentimeter dan sempat menggenangi SDN 1 Pamotan.

“Selanjutnya hujan dari Jumat malam hingga Sabtu mengakibatkan banjir kiriman dari hulu di Desa Menoro, Kecamatan Sedan. Aliran air tersumbat dapuran bambu yang menutup jembatan di sebelah Balai Desa Menoro,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Rembang, Sri Jarwati.

Kemudian tanah longsor juga terjadi di beberapa lokasi. Salah satunya di Desa Johogunung, Kecamatan Pancur. Longsor tebing rumah di desa tersebut berdampak pada lima kepala keluarga. Estimasi kerugian mencapai Rp122 juta.

“Kami sudah ke lokasi, berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan. BPBD sudah memberi bantuan logistik sandang, pangan, sandang dan pangan, dan papan kepada korban yang terdampak,” ujarnya.

Longsor juga terjadi di Desa Sendangcoyo, Kecamatan Lasem dan menyebabkan dua rumah warga serta dua ruas jalan poros desa rusak. Kerugian ditaksir mencapai Rp116 juta.

Lalu, longsor tebing rumah terjadi di Desa Sanetan, Kecamatan Sluke dengan panjang longsoran sekitar 15 meter dan lebar 4 meter. Kerugian diperkirakan sekitar Rp30 juta.

Hujan deras juga menyebabkan satu unit rumah milik warga di Desa Labuhankidul, Kecamatan Sluke roboh. Kondisi bangunan rumah tersebut memang sudah lapuk. Korban pun terpaksa mengungsi ke rumah kerabat sambil menunggu pembangunan rumah sementara.

Dukuh Kanung, Desa Tlogotunggal, Kecamatan Sumber juga mengalami longsor dan berdampak pada gudang tembakau di bantaran sungai.

“Karena itu di bantaran sungai yang menjadi tanggul sungai, secara aturan tidak diperbolehkan,” ujarnya.

Selain banjir dan tanah longsor, pohon tumbang terjadi di Desa Kepohagung, Kecamatan Pamotan, serta Desa Balongmulyo, Kecamatan Kragan. Evakuasi pun dilakukan oleh BPBD bersama relawan dan warga setempat, sehingga jalan kembali normal.

Sri Jarwati mengatakan, seluruh bencana yang terjadi telah dilaporkan.

“Sejak tanggal 8 sampai 11 Januari, seluruh kejadian sudah kami laporkan kepada Bupati dan Wakil Bupati melalui nota dinas. Kami siap siaga 24 jam, baik personel maupun peralatan, dan mohon dukungan dari rekan-rekan media,” ujarnya.

Terbaru, gangguan air terjadi di jalur Pantura wilayah Purworejo pada 12 Januari 2026. Hal itu terjadi akibat saluran air yang tersumbat sehingga menyebabkan air meluber ke badan jalan Pantura dan mengganggu arus lalu lintas.

Kemudian ada laporan jembatan longsor di Dukuh Dukoh, Desa Wiroto, Kecamatan Kaliori.

“Pagi ini sekitar pukul 08.00 hingga 09.00 kami menerima laporan jembatan longsor di wilayah Kaliori, tepatnya di Dukoh Wiroto. Tim kami baru saja meluncur ke lokasi untuk melakukan penanganan,” pungkasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati