Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Rabu (14/01/2026) pada pukul 09:48 WIB menunjukkan penguatan pada poin 57,70 atau sebesar 0,64% ke level 9,006.00. Penguatan ini ditandai sebagai zona hijau dengan anggapan kondisi aman dan positif untuk dapat melakukan pembelian saham (trading).
Salah satu metode trading saham yang digunakan trader adalah scalping. Scalping saham merupakan strategi trading berjangka sangat pendek yang ditujukan guna mengambil keuntungan skala kecil namun cepat, berdasar pada pergerakan harga saham di hari yang sama.
Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh trader (orang yang melakukan trading) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu berupa cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cocok untuk scalping!
INET — PT Sinergi Inti Andalan Prima, Tbk
Di tengah aksi korporasi yang meningkatkan sensitivitas harga terhadap sentimen pasar jangka pendek seperti right issue (penawaran pembelian saham tambahan secara eksklusif), saham INET sering menunjukkan pergerakan volatil intraday.
Selama periode right issue, pergerakan harga sahma cenderung fluktuatif sehingga cocok diandalkan oleh scalper untuk melakukan range harian dan bid-ask spread (selisih antara harga jual tertinggi yang dibayar pembeli dengan harga jual terendah yang diminta oleh penjual).
HRTA — PT Hartadinata Abadi, Tbk
Salah satu sinyal yang dapat dimanfaatkan oleh scalper untuk mencari micro-trend intraday pada saham HRTA ini, adalah kondisinya yang berada dalam momentum kenaikan harga jangka pendek dan volumenya yang meningkat dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Kemudian, rekomendasi broker sebelumnya yang menempatkan HRTA sebagai speculative buy dengan kejelasan yang terjadi di area entry/exit juga disebut mampu mempermudah scalping.
RAJA — PT Rukun Raharja, Tbk
RAJA sering disebut mampu mengalami reaksi harga yang tajam di sesi awal/besar, hingga tercatat sebagai salah satu saham dengan permintaan yang kuat di beberapa sesi pasar. Hal ini mampu meningkatkan volatilitas intraday.
Lonjakan harga saham dalam sesi terakhir di RAJA serta aktivitas beli net asing historisnya juga mampu memberi indikasi potensi intraday moves yang dapat langsung dieksekusi cepat oleh para scalper.
ADMR — PT Adaro Minerals Indonesia, Tbk
Sebelumnya, saham ADMR mendapat rekomendasi trading dengan target profit cepat dan batas stop loss yang jelas, yang cocok digunakan untuk scalping.
Kini, sektor komoditas/pertambangan yang sering bergerak mengikuti sentimen harga global seperti batu bara mapun logam tercatat mampu menghadirkan range intraday yang dapat dimanfaatkan untuk fokus pada scalping.
VICI — PT Victoria Care Indonesia, Tbk
Kode saham VISI merupakan jenis mid-cap (pasar menengah) di sektor barang konsumen primer yang telah disebut memiliki volatilitas harga yang cukup tinggi dan relatif terhadap saham besar. Kondisi ini sering menciptakan range trading intraday. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com


