Kepala BNPB Tinjau Banjir di Pati, Instruksikan Tujuh Poin Penting Penanganan

Pati, Mitrapost.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto meninjau kondisi banjir di Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Sabtu (17/01/2026).

Salah satu lokasi yang menjadi titik peninjauan adalah posko pengungsian Desa Sidoharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati.

Sebelumnya, Kepala BNPB juga sempat melakukan rapat koordinasi di ruang kerja Bupati Pati. Dalam rakor itu, Suharyanto menyebut ada tujuh poin penting dalam penanganan banjir di Kabupaten Pati.

Poin pertama, pihaknya mengingatkan kepada Pemkab Pati untuk memperhatikan tempat pengungsian di wilayah Bumi Mina Tani.

Poin kedua, BNPB dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan modifikasi cuaca untuk menekan banjir di Kabupaten Pati.

“BNPB dengan Bapak Gubernur kita sama-sama melakukan operasi modifikasi cuaca dan dari BNPB dua pesawat dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah satu pesawat dengan tiga pesawat di atas tidak berarti memberhentikan hujan tetapi bisa mengurangi curahnya,” ujar Suharyanto.

Kemudian, Suharyanto juga memastikan untuk penanganan infrastruktur darurat dapat berjalan maksimal. Dia menegaskan supaya tidak ada akses jalan baik kecamatan dan desa yang terputus.

“Ketiga infrastruktur darurat tadi Pak Bupati melaporkan targetnya dua minggu ini tidak ada lagi jalan terputus baik itu di tingkat desa, di tingkat kecamatan, tidak ada jembatan yang terputus ini dilakukan jembatan-jembatan darurat,” jelasnya.

“Keempat pengajuan infrastruktur permanen, tadi pak bupati juga memberikan pengajuan secara rincian sudah jelas lengkap ini akan kami tindak lanjuti pembahasan di tingkat pusat,” dia menambahkan.

Kelima, dia meminta kepada Bupati Pati untuk mengusulkan normalisasi Sungai Juwana kepada BBWS Pemali Juana. Pasalnya, hal itu menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Lebih lanjut, poin keenam mengenai rumah yang rusak akibat diterjang bencana untuk dilakukan pendataan dan rencana bakal diperbaiki oleh Pemerintah Pusat.

“Ketujuh kita sepakat bahwa apa yang diupayakan di tahun 2026 terkait dengan perbaikan-perbaikan infrastruktur merupakan mitigasi agar di tahun 2027 dan 2028 Seandainya masih turun hujan mungkin terjadi banjir lagi, tetapi tidak di titik yang sama di tahun 2026,” tutupnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati