Mitrapost.com – Setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan tarif baru terhadap sejumlah negara Eropa, termasuk Inggris, seruan boikot Piala Dunia 2026 menguat di wilayah tersebut, mulai dari partai Konservatif, Buruh, hingga Liberal Demokrat.
Melansir dari CNBC Indonesia, anggota parlemen senior Konservatif, Simon Hoare memberanikan diri untuk menjadi salah satu dari yang terdepan menggaungkan langkah keras terkait dengan pertimbangan pemboikotan Piala Dunia yang akan segera digelar di AS, Kanada, dan Meksiko.
“Kita perlu melawan api dengan api. Trump mudah tersinggung, memiliki ego besar, dan tidak suka dipermalukan,” ucap Hoare dalam pernyataannya di Dewan Perwakilan Rakyat Inggris, dikutip Kamis (22/01/2026).
“Haruskah tim sepak bola kita bermain di stadion Amerika untuk Piala Dunia? Ini adalah hal-hal yang akan mempermalukan presiden di dalam negeri,” lanjutnya.
Selain itu, Hoare juga mengusulkan pembatalan kunjungan kenegaraan Raja Charles ke AS yang turut didukung oleh pemimpin Partai Liberal Demokrat, Ed Davey, sebagai bagian dari bentuk tekanan diplomatik.
Kemudian, salah seorang anggota parlemen Liberal Demokrat, Luke Taylor juga menilai bahwa aksi pemboikotan Piala Dunia 2026 tersebut mampu dijadikan sebagai sebuah sinyal tegas kepada Donald Trump.
“Satu-satunya hal yang dia tanggapi adalah harga dirinya sendiri,” jelas Taylor.
Sementara, anggota parlemen Partai Buruh, Kate Osborne menilai bahwa sikap Trump telah melampaui batas, mulai dari rekam jejaknya yang buruk pada isu hak asasi manusia, penghinaan terhadap supremasi hukum, hingga ancaman yang diberikan kepada Greenland.
Kini, keburukan dari rekam jejaknya tersebut semakin merambah kepada sebuah serangan terhadap pemerintah Inggris.
“Amerika Serikat seharusnya tidak boleh berpartisipasi dalam Piala Dunia, apalagi menjadi tuan rumahnya,” kata Osborne. (*)

Redaksi Mitrapost.com






