Mitrapost.com – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang menyebut bahwa, sejumlah Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Kabupaten Banyuwangi melaporkan beberapa sekolah yang menolak program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melansir dari Detik Finance, laporan penolakan penerimaan MBG di Banyuwangi yang berasal dari sejumlah sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan tersebut didapatkan dalam pertemuan Koordinasi dan Evaluasi bersama sejumlah instansi terkait pada Sabtu (24/01/2026).
Dalam hal ini, turut hadir Forum Koordinasi Pimpinan di Daerah (Forkopimda), Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel), sejumlah yayasan, mitra, Koordinator Wilayah (Korwil), dan seluruh Kepala SPPG yang ada di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.
Menanggapi laporan tersebut, Nanik memastikan bahwa seluruh Kepala SPPG maupun jajarannya tidak diperbolehkan memasukkan unsur pemaksaan terkait penyaluran program MBG bagi sekolah mana pun.
“Para Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak apa-apa,” jelas Nanik dalam keterangannya.
Pada pernyataannya, Nanik menegaskan jika niat Pemerintah Republik Indonesia (RI) mengadakan program MBG adalah agar tidak ada seorang anak pun yang tidak bisa mendapatkan asupan gizi yang baik dan cukup. Sementara, penerimaan MBG bersifat sukarela tanpa unsur paksaan.
Kemudian, Nanik juga mengingatkan untuk tidak menimbulkan kesan penolakan tersebut sebagai salah satu bentuk ketidakinginannya dalam menyukseskan salah satu program yang diprioritaskan oleh Pemerintah RI.
“Pokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,” tegasnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






