Mitrapost.com – Pihak kepolisian menjelaskan kronologi munculnya kepulan asap berwarna oranye di kawasan industri Cikuasa, Kota Cilegon beberapa waktu lalu.
Kapolres Cilegon, AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga mengatakan bahwa asap tersebut bukan terjadi karena kebocoran, melainkan reaksi kimia cairan asam nitrat (nitric acid/HNO3). Asam nitrat adalah cairan korosif yang biasa digunakan untuk pupuk nitrogen hingga bahan peledak.
“Adanya proses reaksi kimia dari cairan asam nitrat (HNO3) atau nitric acid yang dialirkan dengan cara didorong dengan menggunakan gas nitrogen untuk membersihkan pipa ke arah scrubber yang selanjutnya menggunakan selang atau hose, dialirkan dan bercampur dengan base oil atau minyak pelumas,” terang Martua, dikutip Minggu (1/2/2026) dari CNN Indonesia.
Saat kejadian, yakni pada Sabtu (31/1/2026), pengawas yang bertugas sedang istirahat dan melakukan ibadah salat. Saat kembali ke pabrik, tangki penyimpanan sudah dalam kondisi menggembung, sehingga saat penutupnya dibuka, asap berwarna oranye tersebut keluar.
“Setelah itu petugas kembali, di mana kempu (tangki penyimpanan) agak sedikit menggembung permukaannya dan selanjutnya dibuka tutupnya, baru keluar gas bercampur asap yang berwarna oranye,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Lingkungan Hidup (LH) Cilegon memasang empat alat pemantau udara di dalam maupun di luar perusahaan. Sementara itu, bagi warga yang merasa terdampak, diminta untuk memeriksakan kondisi ke puskesmas terdekat.
“Ada 56 warga Kalibaru wilayah terdekat (PT Vopak), perbatasan Merak Gerogol berobat ke Puskesmas Pulomerak,” ujar Kepala Puskesmas Pulomerak, Novita Ginting.
Disebutkan, ke-56 warga diduga terdampak asap oranye dari PT Vopak Indonesia terdiri dari 10 laki-laki, 3 anak, dan 43 perempuan. Mereka memiliki keluhan yang sama, seperti mual, pusing hingga muntah.
“Mereka mengeluh pusing, mual, sesak nafas. Kami tangani sesuai gejala, namun belum bisa dipastikan itu karena asap (dari PT Vopak) atau bukan,” ujarnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






