Mitrapost.com – Aksi bunuh diri anak yang baru berumur 10 tahun berinisial YBR di Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi salah satu kabar yang memilukan tahun ini.
Anak yang baru duduk di bangku kelas IV sekolah dasar (SD) di Kecamatan Jerebuu, Ngada itu bahkan meninggalkan surat kepada ibunya yang ia nilai sebagai sosok yang pelit.
Korban diketahui sempat meminta kepada ibunya untuk dibelikan buku tulis dan pulpen untuk keperluan sekolah. Namun keinginan tersebut tak mampu dipenuhi ibunya.
Tak ada yang menyangka jika kekecewaan itu, mendorong korban untuk melakukan aksi gantung diri di pohon cengkih.
Menggunakan bahasa Bajawa, korban mengungkapkan segala rasa kecewa itu dalam surat tulisan tangan yang ditemukan polisi saat mengevakuasi korban.
“Surat itu betul, petugas turun ke TKP temukan surat itu, anak itu yang tulis,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R Pissort dilansir dari Detik.
Berikut isi surat tersebut.
Kertas Tii Mama Reti
(Surat untuk mama Reti)
Mama Galo Zee
(Mama pelit sekali)
Mama molo Ja’o Galo mata Mae Rita ee Mama
(Mama baik sudah. Kalau saya meninggal mama jangan menangis)
Mama jao Galo Mata Mae woe Rita ne’e gae ngao ee
(Mama saya meninggal, jangan menangis juga jangan cari saya ee)
Molo Mama
(Selamat tinggal mama)
Kondisi Keluarga Serba Kekurangan
Sementara itu, Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa mengungkapkan bahwa permintaan korban tak bisa dipenuhi ibunya lantaran kondisi ekonomi yang susah.
Ayah korban sudah berpisah sekitar 10 tahun lalu. Sehingga ibu korban harus memenuhi kebutuhan lima orang anak. Korban sendiri selama ini tinggal bersama dengan neneknya yang berada di desa tetangga.
“Hidupnya (ibu korban) susah,” ujarnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






