BRIN Nilai Proyek Tanggul Laut Bukan Solusi Atasi Rob di Pesisir Pantura, Ini Alasannya

Mitrapost.comBadan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai jika proyek tanggul laut raksasa bukan solusi untuk mengatasi banjir rob yang seringkali melanda kawasan pesisir Pantai Utara Jawa (Pantura).

Hal itu lantaran struktur tanah yang didominasi aluvial yang memiliki tekstur lembek atau lunak seperti tanah di pesisir Jakarta.

“Giant sea wall seberat itu sudah tepat enggak sih? Tanahnya aluvial, lembek, tanahnya landai dikasih beban begitu saya yakin enggak ada 10 tahun itu (tanggul) akan sama nanti tingginya dengan laut,” ujarnya dilansir dari Kompas.

“Itu enggak berlaku untuk daerah PIK, karena (pengembang) Cina lebih unggul dalam mendesain bagaimana bebas dari banjir,” lanjutnya.

Pihaknya lebih menyarankan penanganan rob di kawasan Pantura diatasi dengan alami seperti menanam mangrove untuk memecah gelombang dan zona penyangga pantai.

Sedangkan permukiman yang terdampak bisa direlokasi menjauhi garis pantai dan meninggikan area tempat tinggal.

“Kembali ke alam, bikin pemecah gelombang, bikin supaya masyarakat aman, pindahkan mereka bikin (area) yang lebih tinggi insya Allah aman. Itu teknologi tidak buang (dana) gede, lebih natural, lebih realistis,” jelasnya.

Cara tersebut menurutnya lebih baik dibandingkan dengan membangun tanggul laut yang dinilai rentan karena pembangunan di atas lahan gambut dapat menyebabkan penurunan tanah.

Selain itu, pemanasan global telah menyebabkan ancaman bagi wilayah pesisir. Diantaranya naiknya muka laut, pengasaman laut, dan kejadian cuaca ekstrem meningkat. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati