Mitrapost.com – Sekretaris Kabinet (Seskab) Merah Putih pemerintahan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto, Teddy Indra Wijaya, menegaskan bahwa kabar penggunaan dua pesawat kepresidenan ketika melakukan kunjungan luar negeri adalah tidak benar.
“Jadi ada yang menyampaikan dan menanyakan bahwa Pak Presiden kalau ke luar negeri itu sekarang menggunakan dua pesawat kenegaraan. Saya jawab, enggak ada itu. Ya, itu tidak benar,” jelas Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (05/02/2026).
Dalam penjelasannya, Teddy juga menyebutkan bahwa Presiden Prabowo di awal masa jabatannya kerap menggunakan pesawat dari perusahaan pribadinya. Selain itu, pihaknya juga kerap membawa pesawat milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) Boeing 737.
“Itu pun bukan pesawat kepresidenan. Untuk apa? karena sesuai undang-undang, sesuai aturan harus ada Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden), harus ada protokol, ada tim dokter, ada tim Kementerian Luar Negeri, ada wartawan dan sebagainya,” katanya.
“Jadi saya mau sampaikan tidak benar bahwa bapak presiden menggunakan dua pesawat kenegaraan kalau ke luar negeri,” lanjutnya.
Selain dua jenis yang telah disebutkan, Teddy juga menyebut adanya penggunaan pesawat milik maskapai Garuda Indonesia Boeing 777 untuk kunjungan kepresidenan di luar negeri.
“Maskapai nasional kebanggan kita, Garuda Indonesia, (Jenis) Boeing 777, pasti anda sudah lihat semua benar?” tuturnya.
Kemudian, Teddy juga mengungkapkan jika pada masa pemerintahan Prabowo, perangkat kepresidenan yang diikutkan dalam kunjungan kenegaraan secara sengaja telah dipangkas jumlahnya, sehingga rombongan yang ikut dalam penerbangan juga semakin terbatas.
Meski begitu, penggunaan pesawat cadangan dalam kunjungan kepresidenan juga disebut tidak menyalahi aturan. Sehingga kendaraan baik seperti mobil maupun pesawat cadangan tetap selalu disiapkan dalam kunjungan. (*)

Redaksi Mitrapost.com






