Polisi Usut Kasus Kematian Gajah Sumatera Diduga karena Perburuan Liar

Mitrapost.com – Pihak Kepolisian bakal usut tuntas kasus kematian gajah Sumatera yang diduga terbunuh dalam perburuan liar. Saat ini, pihak kepolisian bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) masih melakukan penyelidikan.

Sebelumnya, gajah tersebut ditemukan mati tanpa kepala oleh warga di area lahan konsesi kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan pada Senin (2/2/2026). Berdasarkan pemeriksaan forensik, ditemukan dua logam diduga peluru senjata api.

“Dari hasil TKP yang kami lakukan, kami menemukan dua potongan logam yang diduga sebagai proyektil atau anak peluru senjata api,” kata Kepala Bidang Laboratorium Forensik Polda Riau, AKBP Ungkap Siahaan, Jumat (6/2/2026), dikutip Detik.

“Hasil olah TKP yang kami lakukan, kami temukan 2 logam yang diduga proyektil atau anak peluru senjata api. Di mana yang pertama diameternya 12,30 mm dengan panjang 16,30 mm, yang kedua serpihan proyektil panjang 6,94 mm,” jelasnya lagi.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyebutkan bahwa gajah tersebut dibunuh dengan sengaja berdasarkan temuan proyektil peluru. Pihaknya menegaskan akan melakukan penyelidikan mendalam untuk menangkap pelakunya.

“Ini ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Irjen Herry Heryawan, Jumat (6/2/2026).

“Di kepalanya ditemukan proyektil, jadi ini gajah dibunuh secara sengaja,” tegasnya lagi.

Dirkrimsus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro Wahyu menyebutkan kasus ini ditangani oleh Polda Riau, Polres Pelalawan, dan BKSDA Riau. Saat ini, sudah sebanyak lima saksi yang dimintai keterangan. Keterangan-keterangan tersebut akan didalami dan dicocokan dengan hasil Labfor.

“Saat ini ada lima orang saksi yang kami periksa yang akan kita olah hasil keterangan para saksi ini, termasuk dari hasil labfor dan nekropsi kita akan analisa,” jelasnya.

Sementara itu, Pengendali Ekosistem Hutan Ahli BKSDA Riau, drh Rini Deswita mengungkapkan bahwa saat ditemukan, kondisi gajah sudah mulai membusuk. Ia memperkirakan kematian gajah sejak 10 hari sebelum ditemukan.

Kondisinya pun sangat mengenaskan, diduga ditembak di tempurung kepala. Sementara, sebagian kepala, hingga belalainya hilang. Gajah Sumatera tersebut diduga sengaja diburu untuk diambil gadingnya.

“Posisi serpihan proyektil di bagian belakang tengkorak kepala. Bersarang di tengkorak,” kata dia.

“Sebagian kepala dari dahi, mata, dan belalainya hilang,” lanjut dia. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati