Mitrapost.com – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Jawa Barat (Jabar) menilai bahwa perekonomian Jabar pada 2026 masih memiliki peluang pertumbuhan, di tengah tekanan pemangkasan belanja pemerintah daerah serta adanya ketidakpastian global.
Menurut Ketua Umum BPD HIPMI Jabar, Radityo Egi Pratama, kekuatan pasar domestik serta aktivitas pengusaha yang terlihat dinilai mampu dijadikan sebagai penopang utama bagi pertumbuhan perekonomian.
Sementara bagi sejumlah sektor, Radityo juga mengatakan bahwa penyesuaian fiskal di setiap daerah hampir pasti memunculkan dampak, utamanya yang selama ini telah bergantung pada belanja pemerintah. Meski begitu, kondisi tersebut tidak serta-merta menekan ekonomi secara menyeluruh.
“Kalau kita lihat, memang ada konsekuensi dari pemotongan transfer ke daerah. Dampaknya pasti terasa. Tapi di sisi lain, ada penggerak ekonomi dari bawah yang justru menguat,” jelas Radityo, dikutip dari Tribun Jabar, Selasa (10/02/2026).
Di antara faktor yang berpotensi menjaga perputaran ekonomi di level bawah, seperti adanya program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembentukan koperasi desa dan kelurahan Merah Putih yang ada di setiap kabupaten/kota.
Hal ini disebutkan lantaran menurutnya, struktur ekonomi di Provinsi Jawa Barat masih ditopang oleh sejumlah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), bahkan sejumlah pengusaha pemula yang masih dalam taraf pengembangan.
“Fondasi ekonomi kita itu pengusaha-pengusaha domestik. Bukan hanya UMKM, tapi juga pengusaha pemula dan yang sedang berkembang. Aktivitas merekalah yang menjaga sirkulasi ekonomi tetap hidup,” katanya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






