Semarang, Mitrapost.com – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah menanggapi terkait dengan fenomena patahan yang terjadi di Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Dalam hal ini, pihaknya menyebutkan bahwa patahan tersebut ternyata merupakan satu tarikan dengan fenomena yang ada di wilayah Bukit Gombel, Kecamatan Banyumanik, serta Tanjakan Trangkil, Kecamatan Gunungpati, yang mengakibatkan kawasan itu rawan tanah gerak.
“Dia masuk Formasi Damar, tapi juga Formasi Kerek. Formasi Kerek itu lempung yang keluar dari situ. Secara litologi memang dicirikan hancuran-hancuran karena ada pergerakan tekanan. Jalannya lambat, tapi terjadi terus-menerus,” jelas Kepala ESDM Jawa Tengah, Agus Sugiharto, dikutip dari Detik.
Terkait dengan hal tersebut, Agus menjelaskan jika material lempung ini bersifat mudah menyerap air namun sulit melepaskan air sehingga rentan mengalami pergerakan, dengan faktor pemicu yang didapatkan dari kemiringan lereng, jenis batuan lempung, curah hujan tinggi, hingga sistem drainase yang tidak baik.
Selain sejumlah kawasan yang disebutkan, Agus juga mengatakan bahwa jalur patahan tersebut membentang cukup panjang di beberapa titik Kota Semarang. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya beton yang patah di kawasan tersebut.
“Jadi, selain litologinya lempung, juga merupakan daerah zona struktur geologi yang aktif, karena faktanya tiap tahun ada pergerakan di daerah itu,” katanya.
Sejumlah titik di Kota Semarang yang jika ditarik garis lurus terlihat patahan tersebut, seperti dari kawasan Sampangan naik ke Jalan Dewi Sartika, melintasi Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) dan Jalan Prof Sugiyopranoto. Kemudian menyeberang tol, masuk wilayah Gombel, lalu ke Jangli hingga arah Sigar Bencah. (*)

Redaksi Mitrapost.com






