Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat, 13 Februari 2026 ditutup melemah sebesar 0,64% ke level 8.212,27, menjelang libur dan cuti bersama Hari Raya Imlek 16-17 Februari 2026.
Meski begitu, tekanan jual yang sebelumnya dominan pada masa itu mulai mereda. Kemudian, pergerakan juga masih ditandai pola selektif, yaitu saham dengan katalis sektoral atau fundamental spesifik bergerak lebih baik dibanding dengan indeks secara keseluruhan.
Oleh sebab itu, IHSG pada Kamis, 19 Februari 2026, diperkirakan bergerak konsolidatif dengan kecenderungan menguat terbatas terutama jika tidak ada sentimen eksternal negatif yang signifikan.
Fokus pasar kemungkinan tertuju pada saham yang mulai membentuk struktur teknikal lebih stabil dan sektor yang menunjukkan perbaikan arus dana.
PGAS – PT Pertamina Gas Negara, Tbk
Melansir dari IDX Channel, saham PGAS diketahui menutup perdagangannya di angka Rp2.130. Sementara, range kenaikan hariannya berpotensi berada pada level Rp2.168 — Rp2.211 dalam fase pasar yang mulai stabil.
Sektor energi berbasis distribusi domestik tercatat relatif tidak terlalu sensitif terhadap fluktuasi komoditas jangka pendek dibandingkan dengan batubara ataupun logam. Kemudian, saham infrastruktur energi sering mendapat perhatian karena karakter pendapatan lebih terstruktur dan defensif.
CPIN – PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk
Saham ini menutup perdagangannya di level Rp4.300 dan teranalisa pada kenaikan potensinya di posisi tipis di angka Rp4.365 — Rp4.438. Hal ini dikarenakan sektor agribisnis dan pakan ternak cenderung defensif ketika pasar tidak sepenuhnya agresif.
Selain itu, CPIN memiliki eksposur kuat terhadap konsumsi domestik, dan dalam konteks stabilisasi IHSG, saham berbasis kebutuhan pokok berpotensi menunjukkan penguatan bertahap tanpa volatilitas berlebihan.
SMGR – PT Semen Indonesia, Tbk
Setelah fase koreksi sebelumnya, saham sektor ini berpotensi mengalami rebound teknikal moderat seiring perbaikan sentimen domestik. Oleh sebab itu, saham ini menutup perdagangannya di angka Rp3.010 dan teranalisa kenaikannya pada level tipis Rp3.064 — Rp3.115.
Material konstruksi biasanya mulai bergerak ketika pasar mengantisipasi perbaikan aktivitas ekonomi domestik dan proyek infrastruktur.
MDKA – PT Merdeka Copper Gold, Tbk
Logam masih menjadi sektor dengan sensitivitas terhadap dinamika harga global dan arus dana asing. Hal ini menjadikan MDKA menutup perdagangannya ke level Rp3.220 dan mendapati analisa kenaikan sebesar Rp3.284 — Rp3.349.
Dalam kondisi IHSG yang mencoba menjaga momentum stabil, saham tambang logam dengan kapitalisasi besar dapat menjadi pilihan taktis karena volatilitasnya memberi ruang pergerakan moderat.
MAPI – PT Mitra Adiperkasa, Tbk
Setelah tekanan pasar mereda, saham konsumsi diskresioner sering menunjukkan pemulihan bertahap karena investor kembali mempertimbangkan prospek daya beli domestik, terbukti dari penutupannya di angka Rp1.325.
Karena MAPI menarik dalam konteks rotasi dari saham defensif menuju sektor yang lebih sensitif terhadap sentimen pertumbuhan, oleh sebab itu kenaikannya diprediksi tipis di angka hingga Rp1.345 — Rp1.371. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






