Pati, Mitrapost.com – Beredar sebuah video yang menampilkan jemaah salat tarawih menyodok jemaah lainnya dengan tongkat di media sosial.
Sebelumnya, video itu ramai diperbincangkan di salah satu akun media sosial Instagram @malangraya_info. Pada slide nomor 3, kejadian yang terekam dalam video itu disebutkan terjadi di suatu wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati minta masyarakat tidak asal menyebarkan video yang tersebar di media sosial. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku mengimbau masyarakat untuk mencari kebenarannya terhadap informasi terlebih dahulu.
“Saya juga mengimbau kepada masyarakat kepada netizen kalau memang menemukan video-video itu minta tolong untuk tabayun dulu untuk dicari kebenarannya, jangan sampai spontan kita itu memberikan satu predikat yang negatif pada teman-teman bahkan belum tentu ini betul-betul di Pati atau tidak,” ujar Ahmad Syaiku saat ditemui di kantor, Senin (23/02/2026).
Ia menambahkan, dalam upaya memastikan keamanan selama bulan Ramadan ini, pihaknya telah mengumpulkan penyuluh agama dan membagi tugas untuk membentuk delapan personel per-kecamatan.
“Sebelum ramadan itu penyuluh se-Kabupaten Pati setiap kecamatan, sekitar ada 8 penyuluh setiap kecamatan se-kabupaten sudah kami kumpulkan semuanya, sudah kami bagi per desa, satu penyuluh ada yang dapat tiga desa, ada yang empat desa,” katanya.
Adapun tujuannya untuk mendeteksi dan melaporkan apabila ada hal-hal yang mengganggu kenyamanan ibadah selama bulan Ramadan ini. Ia menyampaikan, sampai saat ini, tidak ada indikasi gangguan keamanan berdasarkan laporan dari penyuluh agama di Kabupaten Pati.
Lebih lanjut, ia juga mengaku belum mendapatkan informasi terkait video viral saat salat tarawih itu.
“Sampai hari ini laporannya normal-normal saja, laporannya baik-baik saja, seperti yang video pertanyakan sampai hari ini belum dapat informasi dari penyuluh kami,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com


