Pati, Mitrapost.com – Permintaan sarung batik Rahatu di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sudah meningkat pesat, bahkan sebelum bulan Ramadan tahun 2026. Apalagi, memasuki bulan suci ini, sarung batik Rahatu semakin menjadi primadona untuk hampers Lebaran.
Owner Rahatu, Sri Puji Astuti mengatakan, pemesan sarung batik datang dari berbagai kalangan, mulai individu hingga perusahaan. Selain itu, peminatnya tak hanya terbatas dari wilayah Pati saja, melainkan telah merambah hingga luar Pulau Jawa.
“Alhamdulillah pesanan sarung sangat banyak sekali. Sudah ada 500 lebih. Kebanyakan dari perusahaan untuk diberikan kepada karyawannya,” ujar dia ditemui di toko miliknya, belum lama ini.
Ia menambahkan, sarung batik Rahatu harganya cukup bervariatif. Kisarannya disesuaikan dengan ukuran dan pilihan warna masing-masing sarung.
“Untuk yang satu warna dengan ukuran normal harganya Rp 150 ribu. Kalau untuk yang beberapa warna itu harganya sampai Rp 300 ribu,” terangnya.
Selain melayani pesanan sarung batik, Sri Puji Astuti juga menjual batik tulis Pesantenan. Ia mengaku penjualan batik tulis Pesantenan pun meningkat di momen bulan Ramadan ini.
Motif-motif batik tulis Pesantenan mengangkat kearifan lokal Kabupaten Pati yang cukup beragam, meliputi Asem Kemis, Genuk Kemiri, hingga Gapura Gerbang Majapahit. Harganya pun cukup bervariasi tergantung kerumitan dalam pewarnaannya.
“Untuk harga batik tulis tergantung pewarnaan, motif hingga bahan yang dipakai. Semakin rumit motif dan bahan yang dipakai, harganya juga semakin mahal, yakni berkisar Rp250 ribu hingga jutaan rupiah,” ujarnya.
Salah satu pembeli bernama Sulis mengatakan bahwa pihaknya membeli sarung batik Rahatu dan kain batik Pesantenan untuk hadiah keluarga dari luar kota.
“Saya pilih sarung batik Pesantenan supaya saudara di luar kota tahu ciri khas dari Pati itu apa. Motifnya bagus, warnanya menarik, dan harganya juga masih terjangkau,” jelas Sulis. (*)

Wartawan Mitrapost.com






