Mitrapost.com – Seorang guru ngaji diduga membanting muridnya. Peristiwa itu terjadi di Probolinggo, Jawa Timur.
Kasus ini telah dilaporkan ke pihak berwajib. Polisi bakal segera melakukan pemeriksaan kepada terlapor berinisial SLH pada Jumat (27/3/2026).
Video dugaan penganiayaan terhadap korban berinisial MFR (9) asal Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo itu menjadi viral di media sosial.
Pihak kepolisian sendiri masih berupaya mengumpulkan keterangan dari saksi dan alat bukti dalam kasus ini.
“Surat panggilan terhadap terlapor sudah kami kirim pada Senin kemarin. Terjadwal hari Jumat nanti yang bersangkutan akan diperiksa sebagai terlapor di ruang penyidikan Sat PPA-PPO Polres Probolinggo Kota,” ujar Kasat PPA-PPO Polres Probolinggo Kota, AKP Rini Ifo Nila Krisna dilansir dari Detik.
Penyidik juga akan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta saksi tambahan termasuk anak sang kiai yang merekam peristiwa tersebut.
“Hari ini anggota kami mendatangi lokasi kejadian untuk cek TKP. Karena kiai pemilik mobil sekaligus pemilik musala masih menjalankan ibadah umrah, maka kami akan meminta keterangan dari keluarganya serta anak beliau yang merekam video kejadian tersebut untuk tambahan alat bukti,” jelasnya.
“Untuk perkembangan selanjutnya, kita tunggu hasil pemeriksaan tambahan ini,” lanjutnya.
Ayah korban, Sulaiman mengaku diminta untuk melakukan visum lagi terhadap anaknya terutama pada bagian kepala yang terbentur lantai.
“Saat ini saya dipanggil penyidik Sat PPA-PPO Polres Probolinggo Kota untuk kembali melakukan visum bagian kepala anak saya di RSUD dr Mochammad Saleh Kota Probolinggo, untuk penambahan alat bukti,” jelasnya.
Sementara itu, pihak terlapor telah datang untuk meminta maaf. Namun pihak keluarga korban tetap meminta proses hukum dilanjutkan.
“Saya berharap kasus ini tetap dilanjutkan ke ranah hukum. Meskipun pelaku dan keluarganya sudah datang meminta maaf, saya ingin proses hukum tetap berjalan dan polisi segera menyelesaikan kasus ini,” paparnya.
“Saya tidak kuat melihat video anak saya diperlakukan seperti itu. Kalau bisa setelah dipanggil, terlapor langsung ditahan karena menurut saya perlakuannya sudah tidak manusiawi,” lanjutnya.
Sebelumnya, viral video memperlihatkan korban dibanting oleh terduga pelaku di dalam musala tempat korban mengaji. (*)

Redaksi Mitrapost.com






