Mitrapost.com – Banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah menyebabkan sebanyak tiga dukuh di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur terisolasi pada Sabtu (4/4/2026).
Sebelumnya banjir melanda sejumlah wilayah di Demak akibat tanggul Sungai Tuntang jebol. Hingga hari ini pukul 10.30, banjir di Dukuh Solondoko masih setinggi pinggang orang dewasa.
Akibatnya, akses utama menuju wilayah tersebut terputus. Warga pun bertahan di jalan kampung dan rumah yang aman dari banjir.
Sejumlah aparat TNI dan warga berusaha membuka akses jalan kampung yang sempat tertutup dengan membersihkan puing-puing yang dibawa banjir.
Warga pun saat ini masih mengandalkan makanan seadanya untuk bertahan hidup. Salah satu warga Dukuh Solondoko RT/RW 1/5 bernama Zikin (38) mengaku belum ada logistik dari luar yang diterima.
“Logistik dari luar belum ada yang masuk, untuk makan, kita makan seadanya,” ujarnya dilansir dari Kompas.
Diketahui, ada sebanyak 40 warga yang masih bertahan di lingkungan RT-nya dan membutuhkan bantuan makanan dan logistik.
“Dari balita ya pampers, obat-obatan, tolak angin, makanan sarimi, kalau ada,” ujarnya.
Warga lain bernama Samsul Hidayat (38) mengaku mengonsumsi sisa makanan kemarin yang masih bisa terselamatkan.
“Kebutuhan makan sisa stok kemarin, beberapa sisa makanan yang bisa diselamatkan, beras-beras itu, kan masaknya masih ada elpiji,” jelasnya.
Dengan makanan yang tersisa, diperkirakan warga bisa bertahan hingga dua hari ke depan.
“Mungkin bertahannya ya antara dua atau tiga hari paling maksimal,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan yang saat ini sangat dibutuhkan warga adalah bantuan makanan, pakaian, hingga air bersih.
“Yang dibutuhkan warga air mineral, pakaian habis semua, sama makanan, itu yang paling utama,” jelasnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






