Mitrapost.com – Seorang wanita asal Kecamatan Cikedung, Indramayu, Jawa Barat bernama Kurnia (21) diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus pengantin pesanan di China.
Berdasarkan video durasi 1 menit 16 detik yang beredar, Kurnia tampak ketakutan. Ia mengirimkan pesan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk diselamatkan.
“Kepada yang terhormat Gubernur Jawa Barat, pak Dedi Mulyadi. Perkenalkan nama saya Kusnia, saya dari Indramayu, Jawa Barat, saya sekarang berada di negeri China. Saya adalah salah satu korban pengantin pesanan pak, tolong saya,” ujarnya dalam video tersebut.
Ia berharap dapat dipulangkan ke Indonesia karena merasa tersiksa berada di China. Sementara, dirinya tak bisa kabur lantaran berkas-berkas miliknya disita oleh WNA yang menikahinya termasuk paspor.
“Saya tersiksa di sini, saya sering kali mendapatkan kekerasan seksual jika saya tidak menuruti kemauan dia,” paparnya.
Tak berhenti di situ, Kurnia menyebut dirinya tak bisa pergi kemanapun karena dilarang. Ia juga sempat mengadukan perilaku WNA tersebut kepada dua WNI yang memberangkatkannya. Namun ia justru mendapat ancaman balik dari mereka.
“Tolong saya, saya ingin pulang pak, saya ingin kembali bersama keluarga pak, saya ingin pulang, saya tersiksa di sini,” paparnya.
Kabar tersebut telah sampai ke telinga Bupati Indramayu, Lucky Hakim. Ia menyebut akan mencari tahu kejadian sebenarnya dari kasus tersebut.
“Saya belum, belum dapat laporan,” ujarnya dilansir dari Kompas.
Menurutnya, ada banyak modus TPPO. Oleh karena itu, para masyarakat diimbau untuk melewati jalur resmi jika ingin bekerja di luar negeri.
Hal yang penting dipastikan adalah visa yang digunakan apakah visa turis atau visa kerja. Kemudian status keberangkatannya secara personal atau ada oknum yang memberangkatkannya dengan modus bekerja.
“Pengantin pesanan ini menurut saya memang rawan sekali dengan human trafficking dan tidak terkontrol. Saya juga ingin tahu, ini benar atau enggak, ini akan coba kita selidiki,” paparnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






