Mitrapost.com – Pengelola Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BJIB) Kertajati di Majalengka mengaku optimis terhadap jumlah target yang ditentukan untuk penumpang pesawat dapat tercapai, yaitu sebesar 2,5 juta orang per tahun.
Dalam hal ini, Direktur Utama (Dirut) PT BJIB, Ronald H. Sinaga mengatakan bahwa jumlah target penumpang yang dapat tercapai ini nantinya mampu mewujudkan kemandirian operasional bandara, tanpa memerlukan adanya ketergantungan pada anggaran pemerintah.
“Kalau sudah di angka 2,5 juta sampai 4 juta penumpang, operasional bisa jalan dan kewajiban bisa dicicil,” jelas Ronald, dikutip dari Liputan6, Sabtu (11/04/2026).
Pada penjelasannya, penetapan angka sebesar 2-2,5 juta penumpang pertahun tersebut masih dianggap realistis, seiring dengan adanya dukungan dari sejumlah pihak terhadap pengembangan Bandara Kertajati.
Di antara dukungan yang datang untuk pengembangan Bandara Kertajati ini, meliputi Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov), hingga Pemerintah Daerah (Pemda). Harapannya, sinergi lintas pihak tersebu mampu mempercepat peningkatan trafik penumpang di bandara tersebut.
Sementara itu, Ronald menjelaskan terkait sejumlah strategi yang telah dipersiapkan oleh pihaknya untuk dapat mencapai target yang telah ditentukan, salah satu di antaranya adalah dengan penerapan konsep multi airport system atau skema bagi trafik penerbangan dengan bandara lain.
“Multi airport system itu kita sharing, bukan dipindahkan,” katanya.
Pada contohnya, sebagian jadwal penerbangan dari bandara utama dapat dialihkan ke Bandara Kertajati dalam rute dengan frekuensi yang tinggi, demi meningkatkan utilisasi.
“Kalau ada satu rute sampai 10 kali sehari, kenapa tidak satu atau dua dialihkan ke Kertajati,” ucapnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






