Mitrapost.com – Kasus Campak di Kota Palembang mengalami lonjakan. Tercatat, ada sebanyak 842 kasus suspek Campak berdasarkan data Dinas Kesehatan sejak bulan Januari hingga 9 April 2026.
Kasus suspek Campak pada April sendiri ditemukan ada 31 kasus hingga saat ini. Dengan adanya lonjakan kasus Campak tersebut, program Outbreak Response Immunization (ORI) pun digencarkan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Palembang Yudhi Setiawan mengatakan bahwa dari data tersebut, sebanyak 150 kasus dinyatakan positif Campak.
“Kasus yang terkonfirmasi positif sampai hari ini ada 150 kasus. Kalau dibandingkan tahun 2025, ya, ini lebih banyak kasusnya,” paparnya dilansir dari Bisnis.com.
Suspek Campak ditetapkan pada anak yang mengalami demam disertai ruam dan mengalami salah satu gejala lain seperti batuk, pilek, atau mata merah.
Kemudian kasus suspek Campak lainnya dinyatakan negatif dan ada yang masih pending karena hasil laboratorium belum keluar.
Tingginya kasus campak berkaitan dengan cakupan imunisasi yang rendah, karena banyak anak-anak dan bayi yang menderita penyakit tersebut.
“Yang paling banyak terkena adalah bayi dan anak-anak. Faktor utamanya karena belum diimunisasi,” ujarnya.
Diketahui, ada 458 anak atau lebih dari 58% yang belum memperoleh imunisasi Campak. Dinkes pun menggencarkan ORI sejak Maret hingga April 2026 dengan sasaran anak berusia 9 hingga 59 bulan. Anak yang sudah memperoleh vaksin Campak juga masuk dalam sasaran.
“ORI ini diberikan kepada semua anak usia 9 bulan sampai 59 bulan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya,” paparnya.
Saat ini, program ORI sudah menyasar 21.500 anak dari total sasaran 120.000 anak.
“Kita targetkan (ORI) bisa mencapai 95% sampai akhir April ini. Dan nanti kalau belum tercapai, kami juga akan melakukan jemput bola dengan mendatangi rumah-rumah warga,” ujarnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






