Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau atau menguat saat pembukaan, yakni di level 7.750,90. Namun, kondisi pasar masih cenderung berfluktuasi (volatile) dan sideways atau belum terbentuk trend kuat.
Kondisi ini berpotensi untuk ambil profit kecil, tetapi berulang dengan teknik scalping jika dibandingkan hold panjang. Selain itu, prioritaskan saham-saham yang likuid dan volatile. Sektor batubara dan bank masih menjadi penggerak utama.
5 Saham Listing BEI Berpotensi untuk Scalping
Bumi Resources Minerals Tbk (BMRS)
BMRS merupakan saham dengan likuiditas cukup tinggi. Spread-nya sedang dan masih berpeluang mendapatkan profit cepat. Perusahaan yang bergerak di sektor emas dan mineral ini kinerjanya masih berkembang.
Harga BMRS sering jauh dari EMA, mengindikasikan harga bergerak terlalu cepat (spike). MACD cepat berubah arah, menandakan momentum pendek dan tidak stabil. Kondisi ini membentuk banyak peluang scalping, namun juga banyak jebakan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
Likuiditas sangat tinggi dengan spread tipis, serta merupakan salah satu bank besar di Indonesia. Kinerja keuangan kuat dengan pertumbuhan laba double digit. Saham ini sensitif terhadap sentimen makro.
Area EMA20 menjadi titik entry yang berulang dan relatif konsisten, maka Buy saat turun ke EMA dan Sell saat naik. MACD konvergen menunjukkan momentum masih tenang sebelum bergerak. Ada potensi gerakan cepat tapi singkat. Cocok untuk scalping, namun harus tunggu konfirmasi arah.
Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
Likuiditas ADRO tinggi dengan spread tipis-menengah. Kinerja perusahaan didukung sentimen positif sektor batubara 2026. Harga saham perusahaan ini cenderung fluktuatif, karena sensitif berita dan perubahan harga komoditas.
Harga ADRO menunjukkan tren naik pendek (bullish continuation), serta MACD menunjukkan potensi momentum kuat. Kondisi ini ideal untuk melakukan scalping karena ada peluang entry cepat dan jelas.
PT Remala Abadi Tbk (DATA)
Saham perusahaan ini memiliki likuiditas cukup dengan spread-nya relatif lebih lebar, meski tidak setinggi dan setipis big cap. Kinerja stabil di sektor IT/infrastruktur digital. Analisis EMA sering crossing atau banyak sinyal entry, dengan MACD cenderung fluktuatif.
PT Black Diamond Resources Tbk (COAL)
Likuiditas cukup, meski spread cenderung lebar. Secara teknikal, EMA sering breakout tiba-tiba dan MACD cenderung agresif, menandakan adanya momentum pasar yang tinggi. Kondisi ini cocok untuk scalping karena ada peluang profit cepat dan banyak trigger entry. (*)

Redaksi Mitrapost.com






