Mitrapost.com – Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) mengungkapkan kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih berada di Lebanon di tengah perang Israel dengan Hizbullah, beberapa waktu terakhir.
Melansir dari CNN Indonesia, Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah mengatakan bahwa jumlah WNI yang ada di Lebanon hingga saat ini dilaporkan mencapai 934 orang.
Dalam hal ini, 756 WNI di antaranya tercatat melakukan tugas di bawah United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Sementara, 178 WNI lainnya merupakan bagian dari warga sipil.
“KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) terus menjalin komunikasi dan memantau keberadaan para WNI yang berada di Lebanon, sampai saat ini dapat dikonfirmasikan bahwa seluruh WNI yang berada di Lebanon dalam keadaan aman,” jelas Heni dalam konferensi pers di Gedung Palapa Kemlu, Jakarta.
Selanjutnya, Heni juga mengatakan bahwa Pemerintah RI telah memiliki contingency plan atau rencana cadangan yang disiapkan jika suatu waktu keadaan di Lebanon memburuk.
“Dan tentunya KBRI terus memantau apabila sewaktu-waktu kondisi semakin memburuk, kontingensi plan tetap disiapkan,” katanya, dikutip Jumat (17/04/2026).
Perlu diketahui, perang Lebanon telah dimulai sejak awal Maret 2026 setelah militer Syiah di Lebanon, Hizbullah, meluncurkan aksi berupa serangan balasan ke Israel, akibat dari kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (*)

Redaksi Mitrapost.com

