Mitrapost.com – Gempa bumi magnitudo 5,7 melanda wilayah Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari ini Selasa (21/4/2026) siang.
Hal itu berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setelah dimutakhirkan.
Gempa bumi terjadi pada pukul 10.17 WIB. Episenter gempa berada di koordinat 9,22 derajat Lintang Selatan (LS) dan 124,16 derajat Bujur Timur (BT) atau berada di laut pada jarak 54 kilometer arah barat laut Timor Tengah Utara dengan kedalaman 60 kilometer.
Gempa bumi terjadi dipicu adanya aktivitas di zona tumbukan Lempeng Indo-Australia dan termasuk dalam kategori gempa dangkal. Mekanisme pergerakan gempa naik (thrust fault).
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas pada zona tumbukan Lempeng Indo-Australia,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dilansir dari Antara.
Gempa ini sempat dirasakan dengan skala intensitas III-IV MMI di Atambua, dengan skala intensitas III MMI di daerah Mumere.
Guncangan juga terasa dengan skala intensitas II-III MMI di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kefamenanu, Malaka, Soe, Lembata, Larantuka, Alor, dan Ende.
Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Namun sudah ada satu kali gempa bumi susulan hingga pukul 10.45 WIB dengan magnitudo 3,2.
Masyarakat pun diimbau untuk menghindari bangunan retak atau rawan roboh. (*)

Redaksi Mitrapost.com






