Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah atau melemah 14.83 poin (-0.2%) di angka 7.526,79 pada awal pembukaan perdagangan hari ini Kamis (23/4/2026).
IHSG dinilai masih dalam kondisi volatile dan tidak stabil karena tekanan global dan faktor domestik. Meski begitu, likuiditas tetap tinggi dan transaksi aktif. Sehingga pergerakan intraday tetap ada.
Kondisi market yang sedah tarik ulur antara rebound dan profit taking ini berpeluang menciptakan banyak micro swing yang dapat dimanfaatkan untuk scalping.
Berikut ini 5 sahan yang dinilai potensial untuk scalping hari ini Kamis, 23 April 2026.
BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
BBRI merupakan saham bank dengan likuiditas terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan seringkali menjadi target jual asing sehingga bisa memicu fluktuasi cepat.
BBRI layak masuk watchlist karena volume sangat besar sehingga memudahkan untuk entry-exit. Rebound intraday sering muncul dan banyak micro swing harian.
BNBR – PT Bakrie & Brothers Tbk
Saham ini sering dipengaruhi sentimen korporasi dan spekulasi pasar. BNBR layak untuk scalping karena memiliki pergerakan yang agresif, sering terjadi lonjakan cepat, dan momentum pendek kuat untuk quick trade.
BUMI – PT Bumi Resources Tbk
Saham BUMI merupakan saham batu bara dengan karakter sangat volatil dan aktif saat sektor energi ramai.
Saham ini cocok untuk scalping karena range intraday lebar, sering muncul spike cepat, dan cocok untuk momentum trading.
PTRO – PT Petrosea Tbk
PTRO merupakan saham energi dan jasa tambang yang responsif terhadap sentimen komoditas. Pergerakan intraday yang dinamis membuat saham ini cocok untuk scalping.
Selain itu, volumen meningkat saat sektor energi aktif dan sering terjadi breakout kecil.
DEWA – PT Darma Henwa Tbk
Saham DEWA adalah sahan kontraktor tambang dengan volatilitas yang tinggi dan pergerakan agresif.
Saham ini cocok untuk scalping karena range harga lebar, sering muncul spike mendadak, cocok untuk fast momentum trading. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






