Mitrapost.com – Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut Pemerintah Indonesia terus mengupayakan adanya penguatan dalam hal ketahanan energi nasional, di antaranya melalui diversifikasi sumber pasokan dan pengurangan ketergantungan di kawasan tertentu.
Dalam situasi global yang masih dipenuhi dengan ketidakpastian, Airlangga mengatakan jika Pemerintah Republik Indonesia (RI) perlu memastikan ketahanan nasional dapat berjalan melalui kebijakan yang adaptif dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang.
Sementara itu, upaya diversifikasi energi dinilai mampu dijadikan sebagai salah satu kunci untuk melakukan penjagaan terhadap stabilitas, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, menguatkan kapasitas domestik, hingga meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan memperluas kerja sama pasokan energi dari berbagai negara, seperti Nigeria, Gabon, dan berbagai negara alternatif lainnya, guna memastikan keamanan pasokan energi nasional,” jelas Airlangga, dikutip dari Detik Finance.
Kemudian di sisi hilir, Airlangga juga menyebut adanya upaya pengoptimalan kerja sama regional untuk memenuhi bahan bakar olahan, yang dilakukan sembari meningkatkan kapasitas produksi domestik dan mempercepat pemanfaatan biofuel melalui peningkatan mandatori pencampuran biodiesel.
“Kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan ketergantungan impor sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional,” katanya, dikutip Jumat (24/04/2026).
Selain itu, adanya penerapan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) serta bauran energi yang beragam juga turut menjaga stabilitas harga agar masyarakat tidak secara langsung terkena dampak dari fluktuasi yang terjadi di komoditas global.
Diketahui, DMO merupakan sebuah kebijakan dari Pemerintah RI yang mewajibkan perusahaan komoditas strategis melakukan pemasokan sebagian produksinya ke pasar domestik dengan harga khusus, utamanya untuk PLN dan industri lokal. (*)

Redaksi Mitrapost.com






