Pati, Mitrapost.com – Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah diminta untuk diawasi secara ketat. Langkah itu bertujuan agar makan bergizi gratis (MBG) yang disediakan tetap aman untuk dikonsumsi.
Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo mengatakan bahwa selama ini pengawasan dapur SPPG dinilai kurang maksimal. Pasalnya, awal bulan Februari lalu terdapat keracunan massal yang diakibatkan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 4 Pati.
“Kami meminta dinas terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” jelas Teguh.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Indonesia (PDIP) ini berharap ke depan ada langkah konkret untuk memastikan MBG tetap aman.
Diminta konfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo menyebut telah ada 155 dapur SPPG yang beroperasi. Namun, pihaknya belum mengecek kembali data terakhir.
“Data minggu lalu 155 SPPG. Saya bel cek lagi data terakhir,” ujar Luky.
Guna menghindari keracunan massal, pihaknya mangaku terus mengawasi operasional dapur SPPG dengan maksimal. Pihaknya turut menekankan kepada dapur SPPG untuk meningkatkan Standar Kesehatan Lingkungan.
“Maka Standar Kesehatan Lingkungan harus tetap dijaga sesuai rekomendasi dari tim Inspeksi Kesehatan Lingkungan Dinkes melalui Puskesmas. Selain itu adalah uji laboratorium kimia dan mikrobiologi pangan juga wajib dilakukan secara periodik,” pungkasnya. (Adv)

Wartawan Mitrapost.com






