IHSG Ditutup Melemah, Saham Berlikuiditas Tinggi Diprediksi Dukung Pergerakan Stabil

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,48% dengan penurunan indeks sebesar 34,13 poin ke level 7.072,39 pada Selasa, 28 April 2026, ditekan oleh delapan sektor saham yang memerah dan aksi jual bersih asing yang signifikan.

Untuk perdagangan Kamis, 30 April 2026, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas dengan kecenderungan stabil hingga rebound moderat, didukung oleh peluang re-akumulasi pada saham berlikuiditas tinggi serta rotasi sektoral yang masih berlangsung.

ADRO – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk

ADRO berada dalam posisi menarik pasca transformasi bisnis, di mana pergerakannya tidak lagi sepenuhnya mengikuti harga batubara, tercermin dari penutupan perdagangannya yang berada di angka Rp2.410.

Dalam kondisi pasar yang cenderung selektif, saham dengan potensi re-rating seperti ini berpeluang mengalami pergerakan signifikan, terutama jika sektor energi tetap stabil. Oleh karena itu, saham ini diprediksi mengalami kenaikan pada rentang Rp2.458 — Rp2.506.

BMRI – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Saham perbankan besar cenderung menjadi tujuan re-entry dana saat pasar mulai stabil. BMRI memiliki karakter likuid dan responsif terhadap arus dana institusional, sehingga berpotensi menguat secara bertahap dalam fase konsolidasi pasar.

Meski sebelumnya perdagangan sempat ditutup di angka Rp4.430, namun pergerakan saham ini diproyeksikan akan berada di level Rp4.518 — Rp4.607.

INCO – PT Vale Indonesia Tbk

Sektor bahan baku tetap relevan dalam rotasi pasar saat ini. INCO mendapat dukungan dari posisi strategis dalam rantai pasok nikel global serta ekspektasi permintaan jangka menengah, sehingga pergerakannya cenderung mengikuti sentimen komoditas yang stabil.

Meski sebelumnya perdagangan sempat ditutup di angka Rp6.800, namun pergerakan saham ini diproyeksikan akan berada di level Rp6.936 — Rp7.140.

TLKM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Sebagai saham defensif, TLKM menjadi pilihan logis saat pasar berada dalam fase konsolidasi. Stabilitas fundamental dan dominasi pasar memberikan dasar bagi pergerakan yang lebih terukur dengan potensi penguatan moderat.

Meski sebelumnya perdagangan sempat ditutup di angka Rp2.820, namun pergerakan saham ini diproyeksikan akan berada di level Rp2.876 — Rp3.022.

MYOR – PT Mayora Indah Tbk

MYOR didukung oleh kekuatan permintaan domestik yang relatif stabil. Dalam kondisi pasar yang tidak agresif, saham konsumsi seperti ini cenderung menarik sebagai alternatif defensif dengan potensi pertumbuhan yang tetap terjaga.

Meski sebelumnya perdagangan sempat ditutup di angka Rp1.800, namun pergerakan saham ini diproyeksikan akan berada di level Rp1.836 — Rp1.872. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati