Pati, Mitrapost.com – Salah satu Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah diduga melakukan pancabulan terhadap puluhan santriwati.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsop3akb) Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia menyampaikan bahwa UPTD PPA mendapatkan laporan dugaan pencabulan itu sejak tahun 2024 lalu. Saat itu, hanya satu korban santriwati yang melapor.
“Kami khususnya di UPTD PPA Dinas Sosial P3akb Kabupaten Pati untuk kasus ini menerima laporan pada tahun 2024 ada satu kasus ada satu pelapor yang datang ke UPTD PPA kami minta bantuan tentang pendampingan untuk korban kasus yang disebutkan tadi,” jelas Aviani ditemui di kantornya, Kamis (30/04/2026).
Kasus tersebut sudah dilaporkan kepada unit PPA Polresta Pati. Selama proses hukum berjalan, pihaknya tetap memberikan pendampingan terhadap korban.
“Selama 2024 ini kami tetap mendampingi korban. Kami juga kunjungan ke korban, juga kemudian kasusnya belum ditutup hanya mungkin belum ada kabar kelanjutannya dari pihak unit PPA Polresta,” ujarnya.
Tahun 2025 akhir, korban mencoba mendatangi Polresta Pati untuk menanyakan terkait progres kelanjutan kasus.
“Kemudian di tahun 2025 akhir, ini dari keluarga korban pelapor datang lagi ke UPTD menanyakan kelanjutan proses progres dari penanganan kasus tersebut,” terangnya.
Aviani mengatakan bahwa korban baru berani melapor di UPTD setelah lulus dari Ponpes tersebut. Sedangkan kasus terjadi saat korban masih menempuh pendidikan di Ponpes sekitar tahun 2020.
“Kalau menurut laporan yang diterima dari UPTD itu yang disampaikan kepada saya kejadian itu sebelum 2024, mungkin waktu masih sekolah di situ sekitar tahun 2020-an,” ujarnya.
“Waktu itu menurut dari UPTD itu memang ada dugaan ada korban yang lain cuman jumlahnya berapa kami tidak mengejar karena yang lapor hanya satu orang. Jadi kami fokus di satu orang itu,” dia menambahkan.
Kasus pencabulan santriwati di salah satu Ponpes Pati ini pun membuat Aviani merasa prihatin. Pihaknya meminta kepada orang tua agar selalu waspada dengan kondisi anaknya.
“Secara garis besar tentu saja prihatin, kami berharap untuk masyarakat Kabupaten Pati para orang tua harus waspada kepada anak-anaknya, dimanapun berada, dimanapun kondisinya dan kami mengimbau untuk berani bicara berani speak up,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






