Heboh 2 PMI Diduga Dijebak Prostitusi di Arab Saudi, BP3MI NTB Masih Telusuri Keberadaan Korban

Mitrapost.com – Heboh dua perempuan pekerja migran Indonesia (PMI) diduga menjadi korban human trafficking atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Arab Saudi. Mereka diduga merupakan warga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kabar tersebut mencuat setelah video pengakuan kedua korban viral di media sosial. Menurut pengakuan kedua perempuan tersebut, mereka dijebak masuk ke dalam dunia prostitusi hingga dipaksa melayani ratusan hidung belang dalam sebulan.

“Dalam sebulan harus layani 450 pria. Kalau nggak sampai target, enggak dapat gaji,” kata salah satu korban dalam video di media sosial, dilihat pada Kamis (7/5/2026).

Korban juga menjelaskan awal mula dirinya berangkat ke Arab Saudi karena diiming-imingi bekerja oleh seorang perempuan inisial N. Sesampainya di sana, mereka berdua dipertemukan oleh perempuan lainnya berinisial Z.

Namun, bukan pekerjaan layak yang didapat, kedua korban justru disekap di sebuah tempat dan dipaksa melayani belasan pria dalam sehari. Salah satu korban mengaku berhasil kabur saat diajak belanja pakaian minim oleh majikannya di salah satu mal.

“Jadi N ini iming-iming di WA untuk kerja di Arab Saudi. Tapi ketemu dengan Z. Di sana kami disekap untuk melayani pria. Tapi kami bisa kabur saat belanja ke salah satu mal,” kata wanita tersebut lagi.

Menanggapi video viral tersebut, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB, Ponco Indriyo, mengaku belum ada aduan dari keluarga korban. Pihaknya saat ini masih menelusuri identitas dua perempuan yang muncul dalam video.

“Sampai hari ini, kami belum ada menerima pengaduan dari pihak keluarga. Biasanya kan yang sembunyi-sembunyi pasti ada info dari keluarga. Tapi ini belum ada,” kata Ponco, Rabu (6/5/2026), dikutip Detik.

“Ya sampai sekarang kami menelusuri yang bersangkutan. Kami juga sudah mencoba mention yang mengambil video tapi tidak ada respon,” lanjut dia.

Lebih lanjut, BP3MI NTB juga berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Kementerian Luar Negeri untuk mencari tahu tentang keberadaan korban. Namun, hingga kini belum ada informasi valid.

“KBRI dan Kemenlu juga masih menelusuri. Kami masih terus berkomunikasi dengan KBRI dan Kemenlu di Jakarta. Kalau sudah ada info itu, tindaklanjut terkait alamat mereka nanti kita kabari,” ujarnya. (*)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati