Mitrapost.com – Kondisi pasar diprediksi memasuki fase bullish pendek atau pantulan lanjutan (rebound continuation). Selama perdagangan hari sebelumnya, Rabu (6 Mei 2026), sebanyak 341 saham perusahaan mengalami kenaikan, 290 turun, dan 186 stagnan.
Penguatan tersebut mulai didorong saham perusahaan dengan kapitalisasi besar, consumer defensive, media, dan saham momentum small caps. Sementara itu, berikut ini 5 saham yang berpotensi mengalami kenaikan harga pada 8 Mei 2026!
DEFI – PT Danasupra Erapacific Tbk
DEFI berpotensi mengalami kenaikan harga hingga 10% sampai dengan 18% pada 8 Mei 2026. Berdasarkan analisis fundamental, likuiditas saham ini melonjak tinggi, didukung dengan volume transaksi yang meningkat tajam. Harga DEFI berada di fase bullish kuat dengan arah dan momentum kenaikan lanjutan 1-2 hari berikutnya.
RICY – PT Ricky Putra Globalindo Tbk
RICY berpotensi mengalami kenaikan harga hingga 8% sampai dengan 15% pada 8 Mei 2026. Likuiditas saham termasuk tinggi didukung kinerja keuangan yang mulai pulih seiring sektor tekstil yang juga mengalami recovery. Harga RICY di fase overbought atau harga sudah melampaui nilai wajar, meski masih ada tren kenaikan baru setelah konsolidasi.
PYFA – PT Pyridam Farma Tbk
PYFA berpotensi mengalami kenaikan harga hingga 7% sampai dengan 13% pada 8 Mei 2026. Likuiditas saham ini meningkat signifikan, didukung sektor yang mulai mengarah ke sentimen positif. Harga saham menunjukkan tren kenaikan, meski ada potensi berbalik arah sementara.
BRPT – PT Barito Pacific Tbk
BRPT berpotensi mengalami kenaikan harga hingga 5% sampai dengan 10% pada 8 Mei 2026. PT Barito Pacific termasuk perusahaan dengan aktivitas perdagangan saham tinggi, sehingga likuiditasnya juga tinggi. Kinerja perusahaan dipengaruhi oleh sektor energi, sehingga sensitif terhadap sentimen komoditas. Secara teknikal, harga BRPT menunjukkan tren kenaikan lanjutan.
PTRO – Petrosea Tbk
PTRO berpotensi mengalami kenaikan harga hingga 4% sampai dengan 9% pada 8 Mei 2026. PTRO termasuk salah satu saham yang paling aktif di BEI dan sering masuk top traded, sehingga relatif likuid. Fundamentalnya didukung kinerja keuangan yang menunjukkan kenaikan pada pendapatan dan laba bersih per tahun. Ada indikasi rebound teknikal jangka pendek pada harga saham PTRO setelah momentum bearish mulai mereda. Harganya sempat oversold, namun mulai netral kembali. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






