Mitrapost.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB RI) melaporkan sedikitnya lima pendaki yang mengalami luka-luka akibat erupsi gunung berapi Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, pada Jumat (07/05/2026).
“Sedikitnya lima orang pendaki mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, dikutip dari Antaranews.
Menurut Muhari, tim gabungan antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terus melakukan penyisiran dan pengevakuasian terhadap para pendaki yang berada di kawasan gunung tersebut, di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik.
“Erupsi terjadi pada pukul 07.41 WIT. Dampak erupsi terpantau di wilayah Kecamatan Galela, tepatnya di Desa Mamunya,” jelasnya.
Perlu diketahui, Gunung Dukono saat ini tengah dinyatakan berstatus level II atau waspada dengan adanya peningkatan aktivitas visual dan kegempaan sejak 29 Maret 2026. Dalam hal ini, rata-rata aktivitas visual dan kegempaan tercatat sebanyak 95 kejadian erupsi.
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Halmahera Utara bersama BPBD Provinsi Maluku Utara masih melakukan pendataan terhadap kondisi masyarakat maupun pendaki di sekitar kawasan terdampak.
“Jumat menjelang siang, tim SAR gabungan juga terus melaksanakan penyisiran di kawasan Gunung Dukono guna mengevakuasi sejumlah pendaki yang mengalami situasi darurat akibat peningkatan aktivitas vulkanik,” katanya. (*)

Redaksi Mitrapost.com
